0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Jika Bangsa Rusak, Kelompok Intelektual Jadi Tertuduh Pertama

Wisuda UNS (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo —  Rektor UNS Ravik Karsidi menyatakan, jika bangsa ini rusak, kelompok intelektual sudah barang tentu menjadi tertuduh pertama. Kendati intelektual memang bukan satu-satunya golongan yang paling bertanggung jawab mengatasi persoalan kebangsaan.

“Tapi perlu diingat, pengelola negara dan policy maker adalah orang yang rata-rata dapat dipastikan berangkat dari lokus intelektualitas,” ujar Rektor Ravik Karsidi, di depan 1.800 wisudawan pada acara Wisuda Diploma, Sarjana, Magister, Doktor, Pendidikan Dokter Spesialis Periode VI Tahun 2017 UNS, di Auditorium UNS, Kentingan Solo, Sabtu (16/12).

‘Tinggal sekarang kita dan khususnya para wisudawan sebagai kaum intelektual akan memilih dua hal, apakah tetap menjadi idealis atau apatis. Saya mengajak wisudawan untuk memilih menjadi idealis sampai batas sejauh-jauhnya,” tandasnya.

Lalu apakah yang harus dilakukan oleh kaum intelektual sebagai mahluk terhormat dalam menjadwab persoalan bangsa dan negara ini? Menurut Ravik, setidaknya secara paradigmatik ada tiga hal.

Pertama, komitmen kebangsaan yang pernah diletakkan founding father tentang pentingnya sikap mengedepankan nasib dan kebutuhan rakyat daripada memikirkan kepentingan sendiri. Pandangan mainstream saat ini masih memantapkan intelektual di posisi terdidik yang memiliki peran penting dalam setiap perkembangan masyarakat.

“Karenanya, komitmen kebangsaan adalah sikap yang harus dipegang teguh secara konsisten,” tandasnya.

Kedua, kepekaan atas setiap arah gerak perubahan yang berimplikasi langsung pada masyarakat. Intelektual senantiasa dituntut tanggap menyikapi situasi kebangsaan, terutama atas situasi akhir-akhir ini yang rawan potensi konflik dan disintegrasi.

Ketiga, memrioritaskan kemaslahatan umat di atas kepentingan pribadi atau kelompok, Intelektual sejati senantiasa bervisi membawa bangsa kearah yang lebih baik, dan mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan kelompoknya sendiri, apalagi sekedar material reward atau keuntungan materi.

Pada kesempatan itu, Wakil Rektor I UNS Bidang Akademik Sutarno mengungkapkan, diantara 1.800 wisudawan UNS, terdapat wisudawan berpredikat cumlaude sebanyak  449 orang.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge