0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemfitnah Panglima TNI dan Presiden Ditangkap

Marsekal Hadi Tjahjanto (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) Bareskrim Polri, menangkap pelaku ujaran kebencian terhadap Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melalui postingan foto di media sosial dengan akun Facebook Gusti Sikumbang. Pelaku ujaran kebencian tersebut bernama Siti Sundari Daranila (51), perempuan asal Sumatera Barat.

Karopenmas Divhumas Mabes Polri, Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan, penangkapan ini dipimpin oleh AKBP Irwansyah. Perempuan yang berprofesi dokter ini ditangkap di Jalan Pasar Gelombang No. 82 Nagari Kayu tanang, Kecamatan 2X11 Kayu Tanang, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatra Barat.

“Jumat, 15 Desember 2017 pukul 11.00 WIB telah dilakukan penangkapan terhadap pelaku yang memposting foto Panglima TNI Hadi Tjahjanto beserta keluarga yang mengandung unsur SARA dan atau Diskriminasi Ras dan Etnis,” kata Iqbal melalui keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (15/12).

Lebih lanjut, Iqbal menjelaskan, pelaku ditangkap karena telah memposting foto Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto beserta keluarga dengan caption ‘Kita Pribumi rapatkan barisan, Panglima TNI yang baru Marsekal Hadi Tjahjanto bersama istri Liem Sok Lan dengan dua anak cewe cowok, anak dan mantu sama-sama di Angkatan Udara’.

Mantan Kapolrestabes Surabaya ini menyebut, bukan hanya Hadi dan keluarga saja yang dihina oleh pelaku, melainkan juga seorang Panglima tertinggi di Indonesia yaitu Joko Widodo.

“Di dalam akun tersebut ditemukan juga postingan yang sifatnya pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap Presiden Jokowi,” sebutnya.

Menurut pengakuan pelaku dan hasil interogasi sementara, pelaku melakukan penghinaan tersebut dikarenakan dirinya merasa tak terima terhadap kebijakan pemerintah.

“Hal tersebut dilakukan karena ketidakpuasan terhadap Kebijakan pemerintah,” ucapnya.

Saat dilakukan penangkapan hasil dari patroli tim siber, polisi telah menyita satu buah handphone merk Oppo dan satu buah handphone merk Samsung.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat 2 Undang Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman kurungan penjara 5 tahun dan/atau Pasal 16 Jo pasal 4 huruf b angka 1 undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras Dan Etnis dengan ancaman kurungan penjara 6 tahun.

[rnd]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge