0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Daerah Perbatasan Rawan Kebakaran, Ini Kesiapan Damkar

Petugas Damkar mengenakan SCBA atau alat bantu pernapasan (dok.timlo.net/awijaya)

Klaten — Keterbatasan jumlah personel dan jarak tempuh terkadang menghambat respon time (waktu tiba di TKP) penanganan kebakaran. Mengingat hal itu, Pemadam Kebakaran (Damkar)Kabupaten Klaten, Boyolali, dan Sukoharjo menggelar latihan gabungan penanganan kebakaran bersama SAR dan PMI Klaten, Rabu- Jumat (13- 15/12).

“Kita punya Serenan (Kecamatan Juwiring) yang secara jarak tempuh dekat Sukoharjo. Begitu juga di perbatasan Kecamatan Tulung dan Jatinom yang dekat Boyolali. Tak jarang mereka yang lebih dulu mendatangi TKP,” kata Wakil Komandan Bidang Operasional SAR Klaten, Irwan Santosa, Jumat (15/12).

Selain sinergitas dengan Damkar kabupaten tetangga, lanjut Irwan, bagi Damkar, SAR, dan PMI Klaten, latihan gabungan yang digelar untuk kedua kalinya tiap tahun sekali ini juga dalam rangka peningkatan kapasitas personel. Bagaimana membuat pola kordinasi dan kerjasama tim untuk penanganan kebakaran.

“Latihan diikuti 40 peserta gabungan. Idealnya Damkar, SAR dan PMI itu satu paket. Jadi begitu ada kebakaran, ada tim penyelamat hingga tim yang menyiapkan ambulance dan penanganan keselamatan darurat untuk dirujuk ke rumah sakit. Mereka berbuat apa, melakukan apa, terpola dan sinergi,” jelas Irwan Santosa, saat ditemui di Mako Damkar Klaten yang beralamat di Jalan Mayor Kusmanto, Klaten Utara.

Sementara itu, perwakilan Damkar Boyolali, Warsito mengaku, latihan gabungan lintas Damkar memang sangat diperlukan. Sehingga ketika terjadi penanganan kebakaran di wilayah perbatasan bisa memiliki SOP (Standar Operating Procedures) serupa dan terjalin sinergitas.

“Kecuali saya, lima personel yang ikut latihan gabungan ini baru bertugas di Damkar Boyolali sekitar 1-2 bulan. Apalagi tadi ada materi dan simulasi smoke chamber yang baru pertama kali saya ketahui. Jadi kalau ada kebakaran SOP bisa sama,” ujar pria yang sudah bertugas di Damkar Boyolali selama 5 tahun terakhir ini.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge