0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Begini Upaya Pemdes Mewujudkan Desa Bebas Rentenir

Pengurus BumDes Sumberarta Makmur pencetus Desa Bebas Rentenir Desa Sumberejo, Kecamatan Batuwarno, Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Tercetusnya ide Desa Bebas Rentenir di Desa Sumberejo, Kecamatan Batuwarno, Wonogiri ini bukan tanpa sebab. Hal demikian berawal dari sebuah kegelisahan. Tak ingin permasalahan itu berkembang dan menjalar, pemerintah desa (Pemdes) pun kemudian campur tangan.
“Sebenarnya, tidak ada sepuluh persen warga kami yang terlilit bank plecit atau rentenir. Tapi inilah yang melatarbelakngi terciptanya Desa Bebas Rentenir,” ungkap Kepala Desa Sumberejo, Batuwarno, Tri Haryanto, Kamis (14/12).
Meski hanya sepuluh persen dari 680 KK yang terjerat utang dengan rentenir, tapi hal itu membuat kegelisahan pihak pemerintah desa. “Dampaknya itu merusak instabilisitas keluarga. Seperti Pasutri (pasangan suami istri)  yang mau bercerai, ada yang suaminya pulang ke rumah orang tuanya, ya akibat terlilit utang rentenir gara-garanya,” bebernya.
Dijelaskan, dari kasus yang terjadi di desanya, biasanya kaum wanita (istri) yang seringkali menjadi pemicunya. Karena, di saat berutang kepada rentenir, sang istri ke tidak memberitahu apalagi meminta ijin sang suami.
“Utang itu lama-lama menumpuk, dia tidak bisa membayar, jadilah petaka. Sang suami mengetahui dan marah, kemudian terjadi cekcok lalu timbul pertengkaran hebat,” jelasnya.
Menyikapi hal tersebut, tutur Tri Haryanto, perlu adanya pemikiran untuk memecahkan masalah. Dirinya pun berkeyakinan jika permasalahan itu perlu adanya campur tangan pemerintah. Maka di tahun 2016 dengan adanya luncuran dana desa sebesar Rp 200 juta dalam penyertaan modal BumDes Sumberarta Makmur digunakan Rp 140 juta untuk unit P2KP.
“Ikhtiar kami ini sedikit demi sedikit menekan rentenir,” kata dia.
Lebih lanjut  Tri Haryanto menyatakan, dengan program itu kemudian disosialisasikan ke dusun-dusun di desanya bersama perangkat desa dan pengurus BumDes. Prinsipnya, BumDes membantu warganya yang terlilit utang rentenir dengan sistem pinjaman lunak sekaligus penyertaan modal usaha. Jika berutang dengan rentenir, Rp 100 ribu maka pengembaliannya adalah Rp 120 ribu. Sementara,di program P2KP yang dijalankan BumDes, semisal warga meminjam Rp 1 juta, hanya dikenai bunga Rp 12 ribu. Selain untuk melunasi utang kepada rentenir, mereka juga mendapatkan modal usaha.
“Kita akan survei dulu utangnya di rentenir itu berapa, lalu mereka membuat proposal dan nantinya melalui legalitas saya selaku Kades. Tak hanya itu, warga juga harus menandatangani pernyataan tidak akan mengulangi berutang kepada rentenir,” sebutnya.
Ditambahkan,s elama program itu diluncurkan, sudah banyak menolong warga di desanya. Ada puluhan warga desa telah terbebaskan dari jeratan rentenir.
“Ini riil, sudah ada 40 warga yang terbebas dengan program ini. Bahkan dengan perputaran uang di BumDes kami, banyak warga yang sudah memiliki usaha, ya seperti usaha candak kulak kebanyakannya,” tandasnya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge