0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Buku Pelajaran SD yang Memuat Yerusalem Ibukota Israel Resmi Ditarik

​Mendikbud, Muhadjir Efendi​ (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Timlo.net — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) langsung bertindak menyikapi temuan buku pelajaran yang memuat Yerusalem sebagai ibukota Israel. Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk), Balitbang langsung melakukan revisi buku sekolah elektronik (BSE) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Sekolah Dasar (SD) Kelas IV itu.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, langkah jangka pendek menarik buku yang materinya berisi Yerusalem ibu kota Israel.

“Kami mengambil keputusan dalam rapat bahwa konten yang ada di laman Kemendikbud kita tarik dahulu. Waktu pengoreksian sudah saya minta hari ini. Dalam waktu dekat Puskurbuk akan menerbitkan revisinya,” ujar Mendikbud Muhadjir Effendy di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (13/12).

Mendikbud menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan materi yang terdapat dalam buku tersebut. Kemendikbud akan melakukan penelusuran kembali terhadap kesalahan yang terjadi dari isi buku.

“Setelah mengunggah ulang buku dengan edisi yang sudah direvisi, Kemendikbud menelusuri bagaimana dulu ceritanya kok bisa terjadi kesalahan agak fatal, termasuk bagaimana prosesnya. Kemudian siapa yang paling bertanggungjawab. Kita akan lihat kesalahannya dimana dan termasuk ada kesengajaan atau tidak. Intinya Kemendikbud masih akan terus menelusuri,” tutur Mendikbud.

Dari kasus ini Mendikbud menegaskan pembenahan tim yang menerbitkan buku pelajaran. Termasuk orang yang akan dipilih menjadi tim editing, tim penilai dan lebih teliti dan korektif terhadap tim pembuat naskah.

“Kebijakan Buku Sekolah Elektronik tetap akan digunakan, karena BSE ini digunakan dalam rangka memberikan akses lebih luas kepada masyarakat untuk mendapatkan buku murah” jelas Mendikbud.

Mendikbud berharap penerbit buku yang belum mengedarkan buku itu, agar menahan diri dan menariknya lalu mengganti dengan buku dengan materi yang nantinya sudah direvisi.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini buku yang telah direvisi sudah bisa di unggah di laman, sehingga bisa dijadikan rujukan untuk sekolah khususnya, juga penerbit. Saya mohon kepada para penerbit buku yang masih belum beredar itu ditarik kembali dan kemudian diganti yang salah tadi dengan revisi yang sudah dikeluarkan oleh Kemendikbud,” pesan Mendikbud. [noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge