0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Diduga Jadi Pemodal Pengedar Sabu, Anggota Polisi Anak Perwira Ditangkap

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net — Brigadir Awaluddin alias AW (30), anggota Polres Maros, Sulsel saat ini meringkuk di tahanan Mapolda Sulsel bersama dua rekannya Muhammad Agil Syarkawi alias MAS (30) dan Ilyas Amir alias IA, (25). Awaludin ditahan sejak Rabu lalu, (6/12) setelah ditangkap oleh jajaran Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel karena kasus narkoba.

Direktur Direktorat Reserse Narkoba (Dir Ditresnarkoba) Polda Sulsel, Kombes Polisi Eka Yudha Satriawan mengatakan, peran Awaluddin dalam kasus narkoba tersebut adalah pemodal. Dialah yang memodali Muhammad Agil Syarkawi uang senilai Rp 35 juta untuk berangkat ke Kabupaten Sidrap membeli sabu dan membawanya kembali ke Kabupaten Maros.

“Karena memodali berarti dia, (Brigpol Aw) adalah bandar,” kata Kombes Eka Yudha, Rabu (13/12).

Awaluddin sebelumnya bertugas di unit intelkam Polsek Mandai, Kabupaten Maros. Kemudian mutasi ke Polres Maros bertugas di seksi provost. Dia adalah anak dari seorang perwira menengah (Pamen) Polri yang saat ini bertugas sebagai Kepala Satuan (Kasat) Binmas Polrestabes Makassar, AKBP Jamaluddin.

AKBP Jamaluddin yang dikonfirmasi, Rabu (13/12) malam, sementara melaksanakan ibadah umroh di tanah suci bersama istri. Dia membenarkan kalau anaknya, Brigpol Awaluddin ditangkap dan saat ini ditahan di Mapolda Sulsel.

“Iya anak saya ditangkap karena narkoba. Ini saya lagi laksanakan umroh dan dapat informasi dari media-media online kalau anak saya ditahan gara-gara narkoba. Saya tidak mengerti karena yang saya lihat anakku itu baik, tidak pernah ini dan ini, masuk kantor juga bagus. Entah apa sebenarnya yang terjadi, saya bingung,” kata Jamaluddin.

Jamaludin menuturkan, sebagai orangtua mungkin saja keliru menilai anak-anaknya tapi yang dia tahu kalau anaknya itu sikapnya biasa-biasa saja, penyabar dan cenderung pendiam tapi tiba-tiba ditangkap oleh anggota reserse narkoba Polda Sulsel.

“Informasi yang saya dapatkan dari Makassar kalau sebenarnya anak saya itu meminjami uang ke temannya tapi memang dia ikut ke Kabupaten Sidrap. Yang saya tahu, anak saya memang dari dulu kalau temannya ada masalah, selalu saja dia pasang badan untuk temannya,” tutur AKBP Jamaluddin.

“Tidak ditemukan barang (sabu) di badannya atau di tempatnya. Hanya ditunjuk atau penunjukan saja katanya dia bos. Astaghfirullah, celana dalamnya saja saya masih belikan. Anak saya itu, badannya saja besar tapi lugu,” lanjut dia.

Ditegaskan, kalau memang anaknya itu nyata melanggar hukum maka harus diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Tetapi, lanjut AKBP Jamaluddin, sekembalinya dari ibadah umrah nanti, dia akan menelusuri bagaimana cara penangkapan tersebut, karena sebenarnya masih belum begitu yakin kalau anaknya terlibat kasus narkoba. Yang dia tahu, anaknya selama ini baik-baik saja.

Sebelum di Polres Maros, Sulsel, Brigpol Aw bertugas di Polsek Mandai, Maros. Tepatnya di unit Intelkan. Berdasarkan keterangan mantan komandannya, kinerja Brigpol Aw kurang bagus. Dia salah satu anggota polisi yang tergolong malas.

“Saya baru saja menjabat di Polsek Mandai. Hanya kurang lebih dua bulan saya atasan Brigpol Aw kemudian dia dipindahkan ke Polres Maros. Di Polsek Mandai, awalnya di unit Intelkam. Dia malas masuk kantor, malas ikuti apel padahal apel pagi itu wajib bagi anggota,” kata Kapolsek Mandai AKP Asgar.

Sebagai bentuk pembinaan, lanjut AKP Asgar, Brigpol Aw kemudian dipindahkan ke unit Sabhara. Namun sikapnya masih saja seperti semula jadi hal ini disampaikan ke Provost Polres Maros dan ditindaklanjuti. Alasan Brigpol Aw kalau jarang masuk kantor, tidak ikut apel karena terkadang harus pulang ke Bone lantaran istrinya sakit.

“Akhirnya saya buatkan laporan polisi. Brigpol Aw kemudian dipindahkan ke Polres Maros di bagian Provost untuk memudahkan pengawasan hingga akhirnya tertangkap,” jelasnya.

[cob/ded]

Sumber : merdeka.com

 

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge