0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Masyarakat Keluhkan Kelangkaan Elpiji 3 Kilogram

Pasokan elpiji subsidi di pangkalan (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Penambahan kuota elpiji tiga kilogram yang dilakukan oleh Pertamina untuk wilayah Soloraya dianggap belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pasalnya meskipun alokasi sudah ditambah, nyatanya banyak masyarakat yang masih mengeluhkan sulitnya mendapat tabung elpiji subsidi tersebut.

“Nyarinya susah, dan sekarang ini karena langka itu harga jual di tempat saya sudah menyentuh Rp 24 ribu per tabung,” keluh salah seorang warga Pandean, Boyolali, Painem (55) saat ditemui di Pasar Legi Solo, Rabu (13/12).

Kondisi kelangkaan tersebut sudah dirasakannya sejak sebulan terakhir. Untuk menyiasatinya, ia melakukan pembelian dua tabung sekaligus. Tujuannya kalau yang satunya sudah habis masih ada satu tabung yang dapat digunakan untuk memasak setiap hari.

“Saya punya dua tabung. Jadi kalau satu habis saya langsung berusaha mengantrikannya di warung yang biasanya menyediakan elpiji melon. Karena kalau tidak antri biasanya tidak kebagian,” jelasnya.

Terkait dengan himbauan membeli di pangkalan, dia mengaku belum terbiasa. Terlebih untuk pangkalan sendiri, lokasinya dianggap terlalu jauh dari rumahnya tinggal sekarang.

Kondisi serupa juga diungkapkan oleh Suyatmi. Sebagai pedagang pengecer elpiji tiga kilogram yang berlokasi di daerah Mojosongo, ia mengaku sudah beberapa bulan terakhir ini sulit mendapat pasokan. Akibatnya banyak tabungnya yang kosong dan tidak bisa berjualan.

“Karena pasokannya tidak maksimal akhirnya beberapa tabung melon saya tukarkan dengan Bright Gas. Ini juga untuk mengantisipasi jika tahun depan pemerintah tidak menjual bebas lagi elpiji subsidi,” terangnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge