0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Salah Sasaran, 86 LPG Bersubsidi Disita

Petugas sita LPG 3 Kg yang salah sasaran (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Tim gabungan dari Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disdagkop) Sukoharjo, Pertamina, Hiswana Migas dan Polres Sukoharjo menggelar Sidak ketersediaan BBM dan gas Elpiji. Hasilnya, ditemukan distribusi LPG 3 Kg yang salah sasaran di rumah makan, tempat vulkanisir ban dan laundy.

“Ini Sidak dalam rangka mengecek ketersediaan BBM dan LPG  menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru yang biasanya terjadi peningkatan penggunaan di masyarakat. dan hasilnya, ada sekitar 86 tabung LPG 3 Kg yang disalahgunakan oleh sejumlah tempat usaha dan langsung kita ganti dengan bright gas,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Sukoharjo, Sutarmo, Rabu (13/12).

Di sejumlah tempat usaha tersebut, pemilik usaha menggunakan LPG bersubsidi (3 Kg) lebih dari yang sudah ditetapkan. Sehingga, tabung LPG 3 Kg langsung dibawa oleh petugas dan besok akan diganti dengan tabung bright gas 5,5 kg.

Sementara itu, dari pantauan di 20 SPBU yang tersebar di seluruh Sukoharjo masih relatif aman dan tidak ada gejolak. Namun diprediksi pada tahun 2018 bertambahnya UMKM dimungkinkan tambahan kebutuhan Solar mencapai 15 persen dari tahun 2017 sebesar 62.656 kilo liter.

“Bertambahnya UMKM di Kabupaten Sukoharjo, kami memprediksi kenaikan kebutuhan BBM (Solar) mencapai 15 persen. Di tahun kemarin, realisasi sampai Desember 2017 mencapai 62.656 KL, sedangkan di tahun 2018 akan diprediksi mencapai 72.056 KL, untuk saat ini masih aman dan cukup,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge