0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pedagang Pernak-Pernik Natal Kebanjiran Permintaan

Suasana di toko Armey Florist (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Pernak-pernik Natal seperti miniatur pohon cemara, lonceng dan juga topi santa mulai banyak diburu masyarakat sejak awal November lalu. Tingginya permintaan itu karena banyak umat nasrani yang membutuhkannya untuk dijadikan symbol menyambut perayaan Natal.

“Kalau pernak-pernik Natal sudah sejak awal November lalu ramai permintaan. Dan kita prediksi masih terus meningkat seiring mendekati perayaan Natal,” ujar Karyawan Armey Florist, Qoiruddin kepada wartawan, Senin (11/12).

Pernak-pernik Natal yang banyak diburu masyarakat itu antara lain miniature pohon cemara, lonceng, topi, garlan pita dan lainnya. Akibat tingginya permintaan itu, ia mengaku dapat meraup omset hingga Rp 10 Juta per hari. Dan diprediksi permintaan masih terus merangkak naik seiring mendekati hari perayaan Natal.

“Kalau awal November lalu permintaan paling banyak untuk grosir. Karena banyak pedagang didaerah yang membutuhkannya untuk dijual kembali. Namun kalau sekarang adalah perorangan,” jelasnya.

Beberapa produk pernak-pernik tersebut, menurutnya dijual bervariasi. Misalnya untuk miniature pohon cemara dari Rp 100 Ribu hingga Rp 1,9 Juta. Topi santa dijual dari Rp 12 Ribu hingga Rp 60 Ribu, dan ornament seperti bola warna-warni, garlanpita dijual mulai Rp 6.500 hingga Rp 115 Ribu. Barang dagangannya tersebut diakui dimpor langsung dari Tiongkok.

Sementara itu kondisi yang sama juga dirasakan pedagang lainnya. Pemilik toko Jawa Wijaya, Cahyo Prakosa menyampaikan, permintaan pernak-pernik Natal sudah mulai ramai sejak seminggu yang lalu. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, beberapa stok barangnya dilakukan penambahan.

“Hampir semua pernak-pernik Natal kita lakukan penambahan stok barang. Karena berkaca tahun sebelumnya, permintaan barang itu melonjak saat mendekati Natal,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge