0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terendam Banjir, Jalan Alternatif Menuju Bayat Diblokir

Ruas jalan Wedi - Bayat, tepatnya di Desa Jiwo Wetan, Kecamatan Wedi, Klaten diblokir (dok.timlo.net/awijaya)

Klaten — Ruas jalan Wedi – Bayat, tepatnya di Desa Jiwo Wetan, Kecamatan Wedi, Klaten diblokir. Sebab jalan alternatif menuju Kabupaten Sukoharjo dan Wonogiri tersebut terendam genangan air luapan anak Sungai Dengkeng.

“Jalan ditutup sejak Rabu dini hari (29/11) kemarin. Karena sebelum jembatan Mundu itu, air dari Kali Dengkeng meluap ke persawahan hingga meluber ke jalan,” ujar Agus, warga Dukuh Jiwo Kulon, Desa Trotok, Kecamatan Wedi, Kamis (30/11).

Dikatakan, panjang jalan yang tergenang air dengan ketinggian bervariasi 70 cm – 1 meter itu diperkirakan 400 meter. Akibatnya, sepeda motor maupun kendaraan yang nekat melintas akan mogok dan tersendat.

“Kita sebagai masyarakat terdekat lokasi inisiatif saja untuk menutup jalan. Karena kemarin itu ada truk bermuatan pasir dari Merapi tujuan Wonogiri ngeyel melintas, akhirnya macet di tengah jalan,” katanya.

Sebagai antisipasi, warga menyiapkan papan penunjuk jalan ala kadarnya untuk memandu pengguna kendaraan yang hendak menuju Bayat. Mereka dapat berputar arah melewati Rowo Jombor di Desa Krakitam maupun lewat jalan alternatif perkampungan.

agi pengendara kendaraan yang hendak menuju Bayat harus berputar arah melewati Rowo Jombor. Termasuk dapat melalui jalur alternatif yang sudah diarahkan warga dengan melintasi perkampungan.

Jalan sepanjang 400 meter tepatnya di Desa Jiwo Wetan, Kecamatan Wedi tidak bisa dilintasi sama sekali oleh mobil maupun sepeda motor. Pasalnya air setinggi 75 cm hingga 1 meter menutup jalan dan areal persawahan di sekitarnya.

“Bisa juga berputar lewat Desa Kadipolo, nanti tembusnya di Pasar Mundu,” imbuh Agus.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge