0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Polisi Tangkap Komplotan Pencuri Lintas Kota

Polisi menangkap komplotan pencuri yang beraksi di banyak kota di Jawa Timur. (merdeka.com)

Timlo.net – Polisi menangkap komplotan pencuri yang beraksi di banyak kota di Jawa Timur. Salah satu aksi mereka yang terekam CCTV sempat viral di media sosial.

Ketiga tersangka tercatat sebagai warga Kraton Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Mereka adalah Yasit, Yusuf dan Samsul.

“Dalam catatan yang masuk laporan polisi diterima Polda Jawa Timur itu sudah 19 TKP di berbagai daerah di Jawa Timur,” kata Dir Reskrimum Polda Jatim Kombes Pol Agung Yudha Wibowo di Surabaya, Selasa (28/11).

Mereka telah beraksi di 19 lokasi, yakni Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, Trenggalek, Blitar, Nganjuk, Tulungagung, Ponorogo dan Malang. Tidak menutup kemungkinan mereka juga beraksi di kota lain. Saat ini polisi masih mendalami lebih lanjut.

Para tersangka mempunyai peran masing-masing. Samsul berlagak sebagai seorang ulama, Yusuf sebagai sopir mobil, dan Yasit berpura-pura sebagai orang yang menanyakan alamat.

Dalam aksi perampasan kalung yang dilakukan di Jalan Panjaitan Kelurahan Kenonsari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Rabu 18 Oktober 2017, sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu yang menjadi target adalah nenek berusia sekitar 85 tahun.

Saat itu tersangka membawa mobil rental. Yasit turun dari mobil dengan berpura-pura menanyakan alamat yang akan dikunjungi oleh kiai, Samsul. Dari situ, korban diajak berbicara oleh Yasit dan diarahkan ke Samsul.

Begitu sudah didekati, korban ditanyai oleh tersangka Samsul. “Setelah itu baru tersangka Yasit ini langsung mendorong korban ke arah Samsul, kemudian kalung yang dikenakan korban langsung dirampas. Setelah itu para tersangka kabur,” ujar dia.

Aksi perampasan itu terekam CCTV milik warga sekitar lokasi kejadian. Setelah itu, oleh pemilik CCTV memviralkan mengirim ke media sosial, dan polisi pun langsung melakukan penyelidikan.

Dalam kurun waktu sebulan, Subdit Jatanras yang di bawah pimpinan AKBP Bobby memerintahkan anak buahnya yakni Kompol Danny dan Iptu Fauzi melakukan penangkapan.

“Tersangka pertama yang ditangkap itu eksekutornya Yasit. Tapi karena melawan, berusaha melarikan diri, anggota terpaksa memberikan tembakan pada kaki kanannya,” kata Kasubdit III AKBP Bobby.

Dari penangkapan itu, polisi kembali menangkap tersangka Yusuf, setelah itu Samsul.

“Tersangka yang baru ditangkap pagi ini itu Samsul, perannya sebagai seorang mengaku ulama untuk menanyakan alamat,” ujarnya.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge