0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Begini Modus PGOT Lolos Jeratan Satpol PP

Nawi saat ditangkap petugas Satpol PP lantaran beroperasi di Kawasan CFD Solo (timlo.net/achmad khalik)

Solo – Nawi (60), ditangkap Petugas Satpol PP saat berkeliaran di Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Solo, Minggu (26/11) pagi. Pasalnya, penampilan nenek asal Klaten ini dianggap sebagai Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) yang dinilai kerap mengganggu masyarakat saat melakukan aktifitas di kawasan bebas asap kendaraan tersebut.

Sanes pak… Sanes… kulo mboten ngemis (Bukan Pak, saya bukan pengemis-red),” dalih Nawi sambil meronta meminta agar tidak diangkut ke mobil petugas Satpol PP.

Nawi juga berdalih, bahwa dirinya tidur di kawasan Baron Cilik. Meski begitu, dia tidak menyebut secara jelas dimana dia tidur tersebut. Entah itu di rumah keluarga, kenalannya atau bahkan di emperan toko. Selain itu, petugas Satpol PP juga menemukan uang senilai Rp 20 Ribu yang dibawa nenek tersebut.

Meniko arto kulo pak, sanes ngemis (Itu uang saya sendiri, bukan hasil mengemis-red),” katanya sambil menangis.

Sementara itu, Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Solo, Agus Sis Wuryanto kuat meyakini bahwa Nawi merupakan PGOT. Meski begitu, dirinya tidak mengangkut Nawi untuk didata.

“Ini hanya sebagai shock therapy. Nanti kan dia akan bilang ke komunitasnya agar tidak beraktifitas (mengemis-red) lagi disini. Saya yakin banget kalau itu pengemis,” kata Sis.

Razia terhadap PGOT yang dilakukannya ini lantaran banyaknya pengemis yang mulai berani ke kawasan CFD pada Minggu pagi. Selain mengganggu kenyamanan masyarakat, juga memperburuk citra CFD yang telah dirintis sejak tujuh tahun silam.

“Kami terus berupaya, agar kenyamanan masyarakat Kota Solo di Kawasan ini tidak terganggu dengan adanya PGOT yang berkeliaran,” tegas Sis.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge