0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hebat, Ibu-Ibu Ini Sulap Tananam Pegagan Jadi Rupiah

Hebat, Ibu-Ibu Ini Sulap Tananam Pegagan Jadi Rupiah (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri – Di tangan para ibu rumah tangga ini, tanaman pegagan yang dulunya merupakan tanaman liar, kini diubah menjadi camilan yang laris manis di pasaran. Tak hanya dipasarkan di Wonogiri saja, makanan ringan ini sudah merambah kota-kota besar di pulau Jawa.

“Camilan ini sudah kita jual dan kirim sampai ke Yogjakarta dan Jakarta,” beber Sekretaris Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Manggar Desa Semagar, Kecamatan Girimarto, Sularti, Jumat (24/11).

Menurut Sularti, dulu pegagan hanya sebagai tanaman obat. Selanjutnya, dengan banyaknya pegagan yang liar di sawah, membuat mereka berpikir potensi apa yang dapat diberdayakan dari tanaman liar itu. Kemudian muncul  ide membuat makanan dari daun pegagan.

“Selain unik, kripik pegagan ini juga dikemas secara apik, biar lebih menarik pembeli,” katanya.

Ditambahkan, keripik pegagan dijual di daerah Wonogiri, Karanganyar, Yogjakarta, hingga Jakarta. Harganya sekitar Rp 50.000-60.000 per kilogram.

“Kami sempat khawatir akan ketersedian stok pegagan, tapi sekarang tidak masalah karena pegagan sudah kita budidayakan,” tandasnya.

Keripik Pegagan yang diproduksi oleh ibu-ibu rumah tangga

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge