0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Napi Jadi Otak Peredaran Narkoba, Penjagaan Rutan Solo Diperketat

Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Solo, Urip Dharma Yoga (foto: Khalik)

Solo – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kota Solo merespon cepat penangkapan tersangka kasus penyelundupan 600.000 butir pil ektasi yang diotaki oleh Andang Anggara. Dia merupakan narapidana yang divonis hukuman penjara lima tahun penjara dalam kasus peredaran narkoba pada Juli lalu.

“Respon cepat langsung kami lakukan dengan mengisolasi Angga untuk keperluan penyidikan yang dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri,” terang Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Solo, Urip Dharma Yoga, Jumat (24/11).

Saat ini, pihaknya meningkatkan pemeriksaan terhadap pengunjung yang memasuki Rutan Solo untuk keperluan besuk para warga binaan. Tak hanya itu, pemeriksaan ke tiap sel narapidana juga ditingkatkan untuk mengantisipasi tindakan yang sama.

“Kami berupaya keras agar hal tidak diinginkan itu kembali terjadi. Mulai dari diketatkannya pemeriksaan terhadap pembesuk hingga pemeriksaan sel napi,” jelas Urip.

Seperti dikabarkan, Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri berhasil membongkar penyelundupan pil ektasi sebanyak 600.000 butir melalui Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng pada 8 November lalu.

Empat tersangka ditangkap, yakni Dadang Firmanzah, Waluyo, Randy Yuliansyah, dan Handayana Elkar Manik. Dua diantara tersangka, yakni Dadang Firmanzah dan Waluyo merupakan mantan narapidana asal Rutan Kota Solo. Keduanya, dikendalikan oleh Andang Anggara yang saat ini masih menjalani proses pidana di Rutan Solo.

“Andang merupakan kakak kandung dari Dadang Firmansyah. Sedangkan, Waluyo mengenal Andang saat bersama satu sel di Rutan Solo,” kata Urip.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge