0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hillary Clinton: Amerika Tidak Siap Untuk Dampak AI

Hillary Clinton. (dok: timlo.net/ ubergizmo. )

Timlo.net—Mantan ibu negara, sekretaris negara dan calon presiden Hillary Clinton berkata jika Amerika Serikat (AS) benar-benar tidak siap untuk dampak sosial dan ekonomi dari artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Dia mengeluarkan pernyataan ini dalam sebuah wawancara radio dengan Hugh Hewitt awal minggu ini, tulis Ubergizmo. Dunia berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama memasuki era baru kecerdasan buatan, ujarnya. Teknologi itu akan mempengaruhi bagaimana kita hidup, berpikir dan berelasi satu sama lain, tambahnya.

Hillary juga menekankan jika beberapa tokoh jenius di planet ini memperingatkan dunia tentang AI. Sayangnya masyarakat dunia mengacuhkan peringatan mereka. Orang-orang seperti Bill Gates, Stephen Hawking dan Elon Musk mencoba memperingatkan dunia tentang resiko AI.

“Peringatan mereka adalah jika artificial intelligence bukanlah teman kita,” ujar Hillary. Dia menekankan dampak AI untuk pengawasan digital dan otomasi pekerjaan. “Apapun yang kita tahu dan apapun yang kita katakan dan apapun yang kita tulis, Anda tahu, direkam di suatu tempat,” terang Hillary. Dia juga menyebutkan jika negara AS tidak siap dengan dampak negatif dari otomasi pekerjaan yang signifikan sebagai hasil kecanggihan AI.

Hillary tidak menjelaskan secara detil kebijakan apa yang harusnya dibuat pemerintah AS. Tapi dia berkata jika pemerintah harus bertindak dengan cepat. “Satu hal yang saya ingin lakukan jika saya presiden adalah mendirikan sebuah komisi pita biru dengan orang-orang dari berbagai keahlian untuk duduk bersama untuk berkata apa yang harus menjadi kebijakan Amerika terkait artificial intelligence?” katanya.

 

 

 

 

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge