0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Talud Jebol, Tiga Kampung Kebanjiran

Talud di Kampung Maron, Kelurahan Nglorog, Kecamatan Sragen jebol (timlo.net/merdeka.com)

Sragen – Warga Kampung Maron, Kelurahan Nglorog, Kecamatan Sragen meminta pemerintah segera  memperbaiki talud yang jebol hampir dua tahun terakhir ini. Akibat kerusakan talud tersebut menyebabkan banjir yang menggenangi empat kampung dan areal persawahan bila terjadi hujan lebat.

”Pemerintah kami harap segera bertindak, pokoknya tidak terjadi banjir lagi kalau hujan,” kata Nur Ikhsan Hamidi, warga Kampung Ngoncol, Kelurahan Nglorog, Rabu (22/11).

Dia menuturkan, ada tiga kampung yang terdampak banjir dikarenakan jebolnya talud yang yang merupakan perbatasan antara Kelurahan Nglorog Kecamatan Sragen dan Desa Bandung Kecamatan Ngrampal tersebut. Yaitu kampung Ngancol, Kendal dan Siwalan.

”Kami sebagai warga Ngoncol, Kendal dan Siwalan sudah lapor ke Kelurahan Nglorog dan Desa Bandung, tapi realisasinya belum ada,” ujarnya.

Namun pihak Kelurahan Nglorog maupun Desa Bandung beralasan tidak memiliki wewenang anggaran untuk memperbaiki talud tersebut. Mereka hanya menyampaikan keluhan warga pada pimpinan.

Menurutnya, ambrolnya talud sekitar 8 meter, sehingga dampak banjir banyak dirasakan warga Sragen dan Ngrampal. Selain itu, petani bawang merah juga merasakan dampak banjir.

Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen,  Sigit Dwi Kartanto  menyampaikan, memang dipengaruhi jebolnya talud. Selain itu, sumbatan di jembatan Maron juga menjadi sebab lain terjadinya banjir.

”Warga sudah pernah menutup dengan kantung yang diisi pasir, namun ambrol, jika menggunakan anggaran kami, tentu hanya bisa ditambal sementara dengan karung,” terang Sigit.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge