0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Puncak Musim Hujan Diprediksi Januari, Ini Ancaman yang Mengintai

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Sarwa Pramana (dok.timlo.net/awijaya)

Klaten — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng meminta kabupaten/kota untuk mempersiapkan penanganan antisipasi musim hujan. Hal itu menyusul terbitnya surat edaran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk menetapkan siaga bencana bencana dan longsor.

“Ada 29 kabupaten/kota yang rawan bencana hidro meteorologis. Gubernur sudah meminta bupati/wali kota untuk rakor di internal masing-masing. Karena BPBD ini terlalu kecil, jadi harus lintas organisasi,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Sarwa Pramana, Selasa (21/11).

Berdasarkan rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kata dia, puncak musim hujan terjadi pada Januari 2018. Sedangkan curah hujan mulai meningkat signifikan pada Desember nanti sekitar 300-500 mm.

“Bisa dibayangkan, lahan 1 meter persegi akan diguyur curah hujan sebanyak 5.000 liter air. Bayangkan seperti apa kalau itu terjadi di 29 kabupaten/kota yang rawan kena banjir dan longsor,” kata Sarwa.

Menanggapi itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Klaten, Bambang Giyanto mengaku, pihaknya segera mengumpulkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebelum 30 November 2017. Bahkan Plt Bupati Klaten Sri Mulyani telah menggelar rakor terkait surat edaran gubernur tersebut.

Dari data kami, ada 62 desa di 22 kecamatan yang rawan banjir saat musim hujan. Jumlahnya lebih luas dibanding tahun lalu. Maka sebelum tanggal 30 November semua OPD kami kumpulkan untuk Apel Siaga sesuai petunjuk Ibu Plt Bupati,” kata Bambang

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge