0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kompak Curi Motor, Bapak dan Anak Ditangkap

Para tersangka pencurian sepeda motor menjalani pemeriksaan polisi (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Meski masih di bawah umur, FF (15) nekat menggasak sebuah motor jenis matic di Kawasan Kampung Badran, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo, Minggu (12/11) lalu. Parahnya, perbuatan yang dilakukan oleh bocah tamatan SMP ini diamini bapak kandungnya.

“Dalam menjalankan aksinya, FF dibantu rekannya bernama GK (17) untuk mendorong sepeda motor hasil curian tersebut,” terang Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi, Selasa (21/11) siang.

Peristiwa ini bermula saat tersangka, FF, melihat motor jenis Honda Beat AD 6161 VA terparkir di depan sebuah kafe di Kawasan Kampung Badran pada Minggu (12/11) dini hari. Melihat motor warna hitam dalam kondisi tidak terkunci stang itu, muncul ide kriminal di kepala FF. Alhasil, FF mengajak rekannya GK untuk mendorong motor ‘nganggur’ itu dengan menggunakan motor Honda C70 AD 6011 NH. Dengan berboncengan, keduanya membawa motor hasil curian tersebut ke kontrakan GK di Kawasan Krembyongan, Banjarsari, Solo.

Keesokan harinya, FF memberitahu bapaknya bernama Benny Bunyamin Brands (47) terkait tindak kriminal yang telah dilakukan. Lantaran kepepet tidak memiliki uang, Benny akhirnya mengamini perbuatan anaknya itu dan menyarankan untuk membawanya ke tukang kunci.

“Di tempat kunci itulah, mereka membuat kunci duplikat untuk menghidupkan sepeda motor,” jelas Kasat.

Setelah berhasil menghidupkan motor ‘bodong’ itu, FF langsung memiliki inisiatif menjualnya melalui jejaring sosial media. Tak butuh waktu lama, motor yang diupload itu akhirnya ada yang berminat dengan menukar tambah menggunakan motor jenis Honda C70 AD 5126 KS. Tak hanya itu, pembeli juga memberikan uang tukar tambah kepada tersangka senilai Rp 500 ribu.

“Uang senilai Rp 500 ribu itu dibagi, FF mendapat Rp 150 ribu, Benny juga mendapat Rp 150 ribu, sedangkan GK mendapat Rp 200 ribu,” terangnya.

Selang beberapa waktu, polisi menindaklanjuti terkait pencurian yang terjadi di Kawasan Badran, Purwosari tersebut. Dari hasil  penyelidikan yang dilakukan, diketahui identitas para pelaku. Hingga akhirnya, polisi langsung menciduk para pelaku di rumah masing-masing.

“Kasus ini terungkap dari hasil penyelidikan yang dilakukan Satreskri Polresta Solo setelah aadanya laporan kehilangan sepeda motor dari korban,” jelas Kasat.

Dari pengakuan tersangka, dirinya nekat menyikat motor parkir dan menjualnya melalui jejaring media sosial lantaran kepepet tidak memiliki uang.

“Saya waktu itu kepepet tak memiliki uang, jadi punya ide untuk mencuri motor yang terparkir dalam kondisi tidak dikunci stang,” terang FF kepada wartawan.

Atas perbuatannya, GK dan FF dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Sedangkan, bapak FF bernama Benny dijerat dengan Pasal 480 KUHP tentang Pemufakatan Jahat dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge