0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lokasi Penahanan Andi Narogong Dipindah

Andi Narogong (merdeka.com)

Timlo.net – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memindah lokasi penahanan tersangka kasus korupsi Proyek e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong. Sebelumnya, Andi Narogong ditahan rutan Gedung KPK. Namun pada Minggu (19/11) malam, dia dipindah ke gedung lama di C1, KPK Lama.

“‎Andi Narogong dipindah kemarin malam ke rutan C1. Perpindahan penahanan dilakukan dengan pertimbangan kebutuhan penanganan kasus e-KTP saja. Karena Andi masih menjadi terdakwa di kasus yang sama,” kata Juru bicara KPK, Febri Diansyah, Senin (20/11).

KPK diketahui sedang mengusut tuntas kasus korupsi e-KTP. Tim penyidik KPK juga sudah menetapkan Ketua DPR RI Setya Novanto. Novanto juga sudah ditahan di rutan KPK Merah Putih.

Ketua Umum Partai Golkar itu dinilai ikut bersama-sama menerima aliran dana kasus korupsi pengadaan e-KTP 2011-2012 yang merugikan negara Rp 2,3 triliun.

Oleh penyidik, Setya Novanto disangkakan melanggar pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 UU 31/99 sebagaimana diubah UU 20/01 Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Dalam surat dakwaan Andi Narogong, diketahui Anang Sugiana bersama Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tanos dan Andi Narogong pada sekitar September-Oktober 2011, berkunjung ke kediaman Ketua DPR Setya Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran, Jakarta Selatan.

Dalam pertemuan itu, Paulus menyampaikan keluhannya, bahwa Konsorsium PNRI tak mendapatkan uang muka sebagai modal kerja untuk mengerjakan proyek e-KTP. Setnov pun menanggapi keluhan itu dengan menyampaikan agar mereka untuk terus melanjutkannya.

Selepas pertemuan itu, Andi Narogong memberikan uang Rp 36 miliar kepada Anang Sugiana, sebagai modal kerja karena tidak memiliki uang muka. Uang tersebut kemudian dikembalikan secara bertahap oleh Anang Sugiana yang totalnya berjumlah Rp 37 miliar.

[bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge