0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ketua APTISI: Perlu Revolusi Industri Pendidikan

Ketua APTISI Pusat Prof Dr Ir Budi Jatmiko saat menjadi narasumber di STIE AUB Solo (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Pusat Prof Dr Ir Budi Jatmiko MSi menyatakan, kita sekarang perlu melakukan revolusi industri pendidikan, khususnya pendidikan tinggi. Kalau tidak segera ada revolusi kita akan tertinggal.

“Karena program-program studi yang ada sekarang umumnya masih konvensional. Dengan kata lain, program studi sekarang masih kuno. Mata kuliahnya kuno, banyak dosen yang tidak update,” tandas Prof Budi Jatmiko saat bertemu Timlo.net, di Solo, Senin (20/11).

Menurutnya, menghadapi kenyataan itu tidak usah takut. “Selama kita mau cepat melakukan perubahan. Padahal Negara lain juga sudah mulai melakukan perubahan,” tambahnya.

Lebih lanjut Budi mengemukakan, umumnya kondisi pendidikan tinggi belum banyak berubah, belum melakukan perubahan. Artinya pendidikan tinggi kita belum siap. Salah satunya karena kebijakan pemerintahnya belum berubah, misalnya kebijakan pemerintah 15 tahun lalu agar merubah kelas konvensional menjadi kelas jarak jauh. Ini belum dilakukan.

“Kalaupun dalam satu dua tahun ini  pendidikan tinggi memang telah melayani dengan online system, itupun masih online-onlinenan dan belum tersistem,” ujarnya.

Padahal, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta, kata Prof Budi, sekitar 15 tahun lalu sudah meminta kementerian pendidikan tinggi agar menggunakan basis online atau berbasis IT. “Sejauh ini untuk basis online umumnya perguruan  tinggi sudah siap, tetapi agaknya pemerintah dalam hal ini kementerian terkait yang belum siap. Perguruan tinggi yang belum siap umumnya perguruan tinggi yang berada di daerah dan memang belum terjangkau internet,” ujarnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge