0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Delapan Desa Diamuk Puting Beliung, Begini Akibatnya

Salah satu rumah warga Desa Sribit, Kecamatan Sidoharjo, Sragen terkena dampak angin putting beliung (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Angin puting beliung disertai hujan deras pada Kamis (16/11) lalu membawa dampak bencana dari sejumlah desa. Berdasarkan data dari Badan Penanggulaangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, setidaknya ada delapan desa dari lima Kecamatan terdampak bencana.

“Selain Desa Sribit, yang terdampak angin putting beliung terjadi di Desa Pandak, Kecamatan Sidoharjo. Ada 26 rumah yang atapnya mengalami kerusakan ringan,” kata Kepala Harian BPBD Sragen, Dwi Sigit Kartanto, Sabtu (18/11).

Sigit Kartanto menyampaikan, berdasarkan analisa sehari pasca terjadinya bencana, setidaknya ada delapan desa yang terkena dampak.

Untuk Desa Sribit sendiri terdapat 41 rumah , termasuk sekolahan dan sebuah klinik yang mengalami kerusakan ringan dan berat pada atapnya. Sejumlah pohon juga tumbang akibat disapu angin kencang disertai hujan pada Kamis (16/11) sore lalu.

Selain itu, akibat hujan terjadi luapan sungai Mungkung, Garuda dan saluran air persawahan. Air meluap terjadi di Desa Bandung Kecamatan Ngrampal. Luapan menggenangi ruas jalan dan persawahan. Luapan sungai juga terjadi di Dukuh Ngoncol, Kelurahan Nglorog dan Kelurahan Karangtengah serta Desa Jetak dan Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo.

”Luapan menggenani ruas dan pemukiman jalan di Dukuh Ngoncol, di Karangtengah, luapan menggenangi ruas jalan dan persawahan,” jelasnya.

Sementara di Desa Guworejo, Kecamatan Karangmalang, air bahkan menggenangi ruas jalan dan sempat masuk di Kantor Desa Guworejo. Namun sementara total kerugian belum bisa ditaksir.

”Jmlah korban nihil, petugas membantu kerjabakti di desa Pandak dan Sribit. Kondisi aman terkendali, tapi tetap waspada,” jelas Sigit.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge