0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ketum Muhammadiyah: Tanpa Pancasila, Bangsa Ini Bisa Rapuh

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, khawatir bahaya intoleransi dan radikalisme yang belakangan ini kian meresahkan. Kondisi ini dianggap Haedar akan mengancam keberagaman bangsa Indonesia.

“Kita tidak menoleransi sesuatu yang mengancam kebangsaan. Indonesia harus terjaga dan terawat,” ujar Haedar saat perayaan Milad Muhammadiyah ke 105, Jumat (17/11) malam.

Haedar menerangkan, intoleransi, radikalisme dan berbagai ancaman lainnya haruslah dilihat secara komprehensif. Menurutnya, perlu ada resolusi konsep dan dialog berformat konsensus nasional. Konsensus nasional diharapkan menjadi titik temu persamaan persepsi dan menyelesaikan permasalahan.

“Masyarakat Indonesia sangatlah majemuk. Kadang (masyarakat) bersikap nonkomplementer dan sulit bersatu. Saat bersatu, para ahli mengatakan ada perekat, Pancasila sebagai titik temu semua bangsa. Tanpa Pancasila akan bisa membuat kerapuhan bangsa ini,” urai Haedar.

Haedar berharap, di Milad ke 105 ini, sesuai dengan temanya Muhammadiyah Merekat Kebersamaan juga dilakukan seluruh anggota dan pengurus Muhammadiyah. Pada saat perayaan Milad di Pagelaran Kraton Yogyakarta menggunakan pakaian daerahnya masing-masing.

“Keberagaman dan kemajemukan tidak menghalangi berbagi peran serta saling memajukan budaya bangsa. Indonesia lahir tumbuh dan berkembang dengan Bhinneka Tunggal Ika,” pungkas Haedar.

Dalam acara Milad Muhammadiyah ke 105, sejumlah tokoh nasional maupun pejabat turut hadir. Di antaranya yang hadir adalah Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Efendy, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Ketum PPP Romahurmuziy dan Mantan Ketum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin. [lia]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge