0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tingkat Kunjungan Perpustakaan Menurun Dibanding Tahun Lalu

​Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah, Sis Ismiati​ (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Jumlah pengunjung ke Perpustakaan di Solo diklaim meningkat dari tahun lalu. Bila di tahun 2016 angka 26 Ribu pengunujung baru tercapai di akhir tahun, jumlah tersebut sudah terlampaui sejak Oktober 2017.

“Tahun lalu kunjungan kita mencapai 26 Ribu orang. Sekarang baru Oktober saja sudah mencapai 26.487 pengunjung,” kata Kepala Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Solo, Sis Ismiati, Jumat (17/11).

Secara jumlah, pengunjung perpustakaan boleh jadi memang meningkat. Namun setelah ditelisik lebih jauh, angka tersebut sebenarnya menurun relatif dari target yang dipatok Diarpus sendiri. Tahun 2016, Diarpus mematok jumlah pengunjung sebanyak 15 ribu orang. Dengan capaian hingga 26 Ribu pengunjung, Diarpus telah melampaui target hingga 163 persen. Sementara tahun ini, Diarpus mematok tingkat kunjungan mencapai 20 ribu orang. Artinya, per Oktober lalu, tingkat kunjungan baru mencapai sekitar 130 persen.

Untuk mengulangi suksesnya di tahun lalu Diarpus harus membukukan 32 Ribu pengunjung sebelum pergantian tahun. Mengingat sisa waktu yang kurang dari satu setengah bulan, rasanya sulit bagi Diarpus untuk mengejar kekurangannya sebanyak lima ribu kunjungan. Apalagi, selama ini Diarpus masih sangat tergantung kepada sekolah-sekolah yang mengadakan outing class untuk mendongkrak tingkat kunjungan. Kondisi kian sulit lantaran di Bulan Desember nanti sekolah-sekolah dipastikan libur minimal satu pekan.

Sis Ismiati mengatakan hal ini disebabkan beberapa hal. Di antarnya perubahan status perpustakaan dari Kantor menjadi Dinas, serta pergantian kepala hingga dua kali dalam satu tahun. Banyaknya perubahan tersebut tentunya membutuhkan penyesuaian-penyesuaian di internal manajemen perpustakaan.

“Saya kan sempat delapan bulan meninggalkan Diarpus,” kata dia.

Tak hanya itu, renovasi yang tak kunjung usai juga membuat pengunjung enggan berlama-lama di perpustakaan. Salah satu warga yang rutin mengunjungi Arpusda, Riri, mengatakan sejak direnovasi, ia jarang nongkrong di perpustakaan milik Pemkot itu.

“Nggak tenang karena banyak suara bising. Sekarang kalau ke perpus pindah ke Monumen Pers atau perpustakaan kampus (UNS),” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge