0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mengintip Budaya Ketapang di Pesta Seni Budaya Dayak Kalimantan

Forum Bujang Dare Kayong (Bedayong) kenalkan kebudayaan dayak di Ketapang melalui acara Pesta Seni Budaya Dayak Kalimantan (PSBDK) (foto: Yuni)

Yogyakarta – Forum Bujang Dare Kayong (Bedayong) kenalkan kebudayaan dayak di Ketapang melalui acara Pesta Seni Budaya Dayak Kalimantan (PSBDK). Stan forum yang berisi mahasiswa Ketapang ini ramai diserbu pengunjung.

Acara yang bertempat di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri UGM ini rutin diadakan setiap tahunnya. Ketua Forum Bedayong, Ignatius Yoga Patria Budi Pratama menekankan, yang membedakan konsep tahun ini adalah keberagaman suku Dayak di Ketapang.

“Ketapang itu punya banyak suku Dayak. Kita dari tari itu udah angkat dari dayak Laur dan Simpang, vokal grup dari dayak Laur dan Pesaguan. Nah stan kita ini, kita angkat Pesaguan. Suku-suku Dayak yang ada di Ketapang kita ambil budayanya,“ jelas Ignatius Yoga Patria, Rabu (15/11).

Yoga menyatakan, konsep dalam stan adalah Berayah, ritual penyembuhan orang sakit.

“Nanti ada tiang pandung. Tiang pandung itu tiang yang ditengah-tengah itu. Nah, nanti dukun itu akan bernyanyi terus dia akan memberkati, sejenis memberkati tiang pandang itu, dan nanti orang-orang akan menari mengelilinginya,” jelas Yoga.

Di dalam stan, ada sebuah tiang yang menjadi pusatnya. Di sekelilingnya digantung bingkai-bingkai berisi lukisan terpajang.

foto: Yuni

“Kita menggambarkan tiang pandung itu sebagai center of interest kita terus orang-orang yang menari itu kita buat dari lukisan-lukisan yang digantung dan juga ditempel. Nah itu analogi dari orang-orang yang menari,” ungkap Yoga.

Yoga menjelaskan, kebudayaan Dayak di Ketapang agak sedikit berbeda. Hal ini disebabkan letak geografisnya yang terpisah sungai.

“Sebenarnya Ketapang, di Kalbar itu budayanya agak berbeda dengan Dayak lain. Karena kita terpisah sungai. Jadi kita memang agak jauh di Selatan, kita tu Dayaknya ada berpaduan Dayak sama Melayu dan juga China. Jadi ada perpaduan budaya” terangnya.

Selain stan, forum Bedayong juga mengikuti lomba seperti vokal grup dan tari.

“Tarian kita mengangkat tema Batu Daya, jadi Batu Daya itu adalah sebuah daerah di Ketapang yang terkenal akan keindahannya. Namun, seiring dengan modernisasi dan kemajuan budaya ini mulai tergerus oleh keserakahan manusia juga. Salah satunya karena sawit. Jadi Batu Daya dan masyarakat itu menangis karena tereksploitasi oleh Sawit ini,” jelas Yoga.

“Itu yang kita angkat di tari. Lalu untuk lagu, kita pilih itu dayak Laur dan Pesaguan karena kita rasa dengan gaya nyanyi kita dan juga untuk komposisi kita angkat lagu kampung Sebau’. Itu juga tujuannya untuk mempromosikan apa yang ada di Ketapang kepada orang luar,” lanjutnya. (Yuni Indra)

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge