0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kampung Anti Narkoba, Minim Anggaran tapi Kaya Pergerakan

Aktivis Kampung Anti Narkoba saat didatangi wartawan (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Kampung Anti Narkoba yang berada di Kawasan RW08 Kampung Leksoniten, Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo ternyata efektif dalam menekan peredaran Narkoba di wilayah mereka. Sejak berdiri tahun 2012 silam, aktivis anti Narkoba di kampung tersebut telah berhasil membuat insyaf para pengguna Narkoba.

“Berdirinya Kampung Anti Narkoba ini sangat efektif menyadarkan pengguna Narkoba dari kampung ini sendiri,” terang Sekretaris Kampung Anti Narkoba Gajahan, Ahmad Budi Raharjo saat berbincang dengan wartawan, Rabu (15/11) siang.

Sebelum berdirinya Kampung Anti Narkoba, terang Budi, ada sejumlah warga di kawasan kampung mereka yang diketahui menggunakan barang haram tersebut. Bahkan, tak jarang mereka ‘berpesta’ narkoba di tempat umum. Sejumlah warga yang melihat hal itu sebenarnya risih. Akan tetapi, mereka enggan untuk menegur lantaran takut menjadi sasaran gerombolan warga tersebut. Namun, perlahan tapi pasti sejak adanya Kampung Anti Narkoba mampu merubah pemahaman pengguna Narkoba agar tak menggunakan barang haram tersebut.

“Memang butuh kesabaran lebih untuk menyadarkan warga agar tidak menggunakan Narkoba. Pendekatan terus kami lakukan hingga mereka sadar bahwa perbuatan mereka tidak bermanfaat dan justru merugikan dirinya sendiri,” jelas Budi.

Disinggung terkait anggaran Kampung Anti Narkoba tersebut, Budi mengaku memang tergolong minim. Akan tetapi warga dengan sukarela membantu kegiatan mereka untuk menyadarkan masyarakat. Sehingga, dalam masalah anggaran meski diakui sangat kurang tetapi dapat terkover dari kebersamaan masyarakat. Anggaran yang tersedia, digunakan untuk melakukan sosialisasi ke kelurahan di Kawasan Kecamatan Pasar Kliwon.

“Dulu pernah dapat dari Pemkot, tapi kami akui sangat minim. Namun, kesadaran warga sudah terbangun dan mereka dengan sukarela menyumbang untuk tetap berdirinya Kampung Anti Narkoba ini,” jelasnya.

Sejauh ini aktivis yang tergabung dalam Kampung Anti Narkoba sudah ada sebanyak 55 orang. Jumlah tersebut meningkat, dari sejak awal mula didirikan yang berjumlah hanya belasan orang.

“Kami bersyukur, apa yang kami perbuat dapat bermanfaat untuk masyarakat,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge