0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Penanganan Awal Pasien Henti Jantung

Workshop Penanganan Awal Pasien Henti Jantung untuk Awam, di Aula RS PKU Muhammadiyah Surakarta (dok.timlo.net/tyo eka)
Solo — Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta menggelar Workshop Penanganan Awal Pasien Henti Jantung untuk Awam, di Aula RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Selasa (14/11). Sebagai narasumber dokter spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr Nanda Nurkusumasari SpJP-FIHA dan tim Code Blue RS PKU Solo.
“Kalau nyeri dada selama lebih dari 20 menit, tidak membaik dengan istirahat atau obat seperti nitrat bisa disertai mual, muntah, keringat dingin, nggliyer atau pingsan. Itu tanda dan gejala terkena serangan jantung,” ungkap Nanda.
Bagi penderita Diabetes Mellitus, Lanjut Usia (Lansia) dan wanita, kata Nanda, seringkali gejalanya tidak khas. Gejala tidak khas yang dimaksud seperti nyeri ulu hati, sesak napas, atau mual, muntah, keringat dingin dengan atau tanpa disertai nyeri dada.
Sebagai orang awam, bagamana menangani? Menurut Nanda, jika penderita masih sadar, jangan panik. Pastikan keluhan khas serangan jantung. Jika merasa yakin, baringkan atau posisi setengah duduk, jika penderita sesak, jangan berikan makanan atau minuman melalui mulut.
“Jangan dikerok, diseka atau dipijat. Dan segera panggil dokter atau antar ke rumah sakit,” jelasnya.
Jika tidak sadar, menurut Nanda, amankan penderita atau diposisikan di tempat yang aman. Periksa respon penderita dengan panggil nama atau goyang-goyang bahu. Jika tidak respon, segera panggil bantuan untuk menyiapkan ke rumah sakit.
“Cek denyut nadi leher, jika sulit anggap tidak ada. Lakukan resusitasi jantung dan paru sembari menunggu bantuan datang,” pintanya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge