0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Belum Ada Ijin, Kandang Ayam Resahkan Warga

Kepala Desa Kebonromo, Kecamatan Ngrampal, Sukidiyanto (kiri) (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Warga Dukuh Ngampunan, Desa Kebonromo, Kecamatan Ngrampal, Sragen menuntut agar kandang ayam di dukuh setempat segera ditutup. Pasalnya, selain mengganggu lingkungan, pengelola kandang ayam potong itu juga belum mengajukan ijin ke pemerintah desa.

”Tidak ada ijin ke desa, kalau ke dinas saya belum tahu, tapi yang jelas desa tidak dimintai tanda tangan sama peternaknya,” kata Kepala Desa Kebonromo, Sukidiyanto, Senin (13/11).

Sukidiyanto menyatakan, pemilik kandang salah seorang perangkat desa. Kemudian kandang tersebut disewakan kepada seorang peternak dan sampai sekarang memang  belum ijin ke pihak desa. Sukidiyanto mengaku belum mengenal sosok penyewa tersebut.

“Dulu memang yang mendirikan Pak Bayan kemudian bangkrut. Trus katanya disewa pengusaha lain,” terangnya.

Pihaknya meminta agar permasalahan tersebut diselesaikan dengan seksama, agar masyarakat tidak dirugikan karena polusi lingkungan. Selain itu Pemdes Kebonromo, meminta warga setempat menyampaikan surat kepada Badan Lingkungan Hidup dan Dinas Peternakan Sragen yang berwenang dalam mengeluarkan ijin usaha tersebut.

Seperti diketahui puluhan warga Dukuh Ngampunan RT 23, Desa Kebonromo, Kecamatan Ngrampal, Sragen mengeluhkan polusi udara dan bau kotoran dari peternakan ayam potong di desa setempat. Selain menimbulkan bau tak sedap, dikawatirkan timbul penyakit lantaran banyak lalat yang mengganggu warga yang tinggal di sekitar kandang ayam.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge