0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kapan Bahasa Indonesia Lebih Bermartabat di Negeri Sendiri?

Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah, Tirto Suwondo (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Pengembangan, pembinaan dan perlindungan Bahasa Indonesia di Jawa Tengah tidak hanya menjadi kewenangan pemerintah pusat, tetapi juga Pemerintah Daerah Jawa Tengah. Akan tetapi fakta menunjukkan belum dijalankan seperti diharapkan.

Demikian diungkapkan Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah, Tirto Suwondo saat Konferensi Nasional Bahasa dan Sastra (Konnas Basastra) yang digelar Program Studi S-3 Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS)  selama dua hari (11 – 12/11), di Kampus FKIP UNS, Solo.

Kendati demikian, lanjut Tirto, hal itu dapat dipahami karena pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Daerah Jawa Tengah memiliki tugas ganda. Walaupun sebenarnya merupakan kebutuhan dasar manusia, bahasa agaknya belum dianggap sebagai kebutuhan yang layak diprioritaskan.

“Kalau demikian halnya, lalu kapan Bahasa Indonesia menjadi lebih bermartabat di negeri sendiri?” tandasnya, di Kampus UNS, Solo, Minggu (12/11).

Memang benar, kata Tirto, hampir di setiap propinsi di Indonesia telah ada Balai dan Kantor Bahasa yang ditugasi oleh Pemerintah Pusat untuk menangani masalah Bahasa Negara (Indonesia) di daerah, Akan tetapi, fakta menunjukkan, karena segalanya serba terbatas baik dana, kemampuan dan sumber daya, termasuk tugas-tugas yang begitu banyak sebagian terbesar belum dapat dilaksanakan.

Menurutnya, Balai dan Kantor Bahasa meski telah ada di 30 propinsi di Indonesia tetapi kenyataannya hanyalah merupakan UPT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga kewenangan dan penekan perhatiannya terbatas pada lingkup Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge