0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Film Bulu Mata Raih Piala Citra, Ini Kata Sang Sutradara

Sutradara Film Bulu Mata, Tonny Trimarsanto (kanan), menunjukkan Piala Citra (dok.timlo.net/ist)

Klaten — Film berjudul ‘Bulu Mata’ menggondol Piala Citra saat malam penganugerahan Festival Film Indonesia (FFI) 2017, di Grand Kawanua, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (11/11) lalu. Istimewanya, sutradara film dokumenter tersebut merupakan orang Klaten.

“Terima kasih kepada Dewan Juri FFI atas terpilihnya Bulu Mata sebagai pemenang kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik,” kata Tonny Trimarsanto, sutradara Film ‘Bulu Mata’, saat dihubungi wartawan, Senin (13/11).

Mnurut sutradara asal Klaten ini, film berdurasi 61 menit tersebut mengisahkan kehidupan komunitas transgender di daerah Bireun di Provinsi Aceh. Dia tidak menyangka  ‘Bulu Mata’ bakal dipilih Dewan Juri di ajang bergengsi bagi insan perfilman Indonesia itu.

Mengingat isu transgender yang sangat sensitif, Film ‘Bulu Mata’ pun hanya diputar untuk forum terbatas atau di festival-festival film. Adapun Film ‘Bulu Mata’ diproduksi oleh Rumah Dokumenter pada 2016 selama enam bulan.

“Karena isu transgender menjadi suatu hal yang langka dalam FFI. Jarang dilakukan penyelenggaraan sebelumnya. Ini sesuatu hal yang sangat luar biasa. Isu sensitif ini diangkat dalam wilayah yang lebih tinggi,” kata Tonny.

Sebagai informasi, Film Bulu Mata menyisihkan 5 nominasi kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik FFI 2017 lainnya. Di antaranya Film Balada Bala Sinema (Yuda Kurniawan), Banda: The Dark Forgotten Trail (Jay Subyakto), Ibu (En Extraordinary Mother) – Patar Simatupang, Negeri Dongeng (Anggi Frisca), dan Tarling is Darling (Ismail Fahmi Lubis).

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge