0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Peringatan Tak Digubris, 62 Karaoke Ilegal Ditutup Paksa

Ilustrasi (dok.timlo.net/gg)

Timlo.net — Sebanyak 62 tempat karaoke ilegal di kawasan Pantai Parangtritis ditutup oleh Pemerintah Kabupaten Bantul, Kamis (9/11). Penutupan tempat karaoke ilegal ini merupakan bagian penegakan Peraturan Daerah (Perda) Bantul Nomor 4 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Tanda Daftar Usaha Pariwisata.

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Bantul, Jati Bayubroto, menyatakan puluhan karaoke ilegal di Kawasan Pantai Parangtritis ditutup dan tak diperbolehkan beroperasi. Berdasarkan Perda, lanjut Bayubroto, usaha pariwisata seperti karaoke harus memiliki ijin resmi.

“Total ada 62 tempat karaoke ilegal yang kami tutup. Kami sudah melayangkan Surat Peringatan (SP) 1, dan melayangkan SP 2 dilanjut SP 3,” ujar Bayubroto, Jumat (10/11).

Bayubroto menuturkan Pemkab Bantul tidak memberikan ganti rugi atas penutupan karaoke ilegal tersebut. Sebab, sambung Bayubroto dikhawatirkan jika ada ganti rugi, pemilik usaha ilegal tidak akan sadar apa kesalahannya. Selain itu, para pekerja yang ada di tempat karaoke kebanyakan berasal dari luar Kabupaten Bantul.

Bayubroto menjabarkan adanya dugaan praktik prostitusi terselubung di lokasi karaoke ilegal tersebut. Adanya dugaan prostitusi terselubung ini seringkali membuat masyarakat menjadi resah.

“Masyarakat merasakan langsung dampak sosialnya. Kami akan mengawasi tempat ini dan bila masih membuka akan mempidanakan, karena masuk tipiring,” urai Bayubroto.

Terpisah, Kepala Desa Parangtritis, Kretek, Bantul, Topo menguraikan karaoke ilegal di wilayahnya kebanyakan berdiri di tanah milik Kraton. Karaoke ilegal itu, kata Topo, tidak mengurus ijin termasuk ijin penggunaan tanah.

“Warga menginginkan seluruh tempat karaoke di wilayah Parangtritis ditutup. Sebab, karaoke-karaoke ilegal itu meresahkan masyarakat,” ucap Topo.

Topo menambahkan, warga berharap paska penutupan, petugas baik Satpol PP maupun polisi tetap melakukan pengawasan. Diharapkan, tak ada lagi karaoke ilegal yang buka kembali di wilayah Pantai Parangtritis.

“Polisi dan Satpol PP harus memantau keberadaan mereka. Jangan sampai (buka) kembali,” kata Topo.

[lia]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge