0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TPST Diklaim dapat Mengurangi Sampah yang Masuk ke TPA

Seorang pemulung mengais sampah di TPA Ngadirojo (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Rencana pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) diklaim mampu menekan produksi sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA). Selain itu, tempat itu juga disebut dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat setempat.

“Dengan dibangunnya TPST di sejumlah TPA yang ada di Wonogiri ini dapat dikatakan sebagai pilot project. Kedepannya semua kecamatan, minimal lima tahun mendatang harus semua sudah memiliki TPST. Karena apa, dengan adanya TPST sampah yang yang masuk ke TPA kita tekan. Hanya 20 persen saja, sedang sisanya 80 persen ini kita olah atau daur ulang kembali,” beber Kabid Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup(LH) Wonogiri, Totok Prasojo, Kamis (9/11).

Menurut dia, jumlah produksi sampah yang dihasilkan masyarakat Wonogiri setiap tahunnya mengalami peningkatan. Bahkan, saat ini dalam sehari saja mencapai 341 meter kubik atau setiap satu ton sampah sekitar 5,6 meter kubik.

“Semua masyarakat akan membuang sampah, dari lahir hingga jadi sampah. Maka, setiap kecamatan harus memiliki pengelolaan sampah sendiri- sendiri. Nantinya, tidak bisa lagi mengimpor sampah dari satu kecamatan ke kecamatan lain. Hal itu disebabkan, tingginya volume sampah yang ditimbulkan oleh peningkatan jumlah penduduk serta pola kebiasaan masyarakat setempat, ¬†bebernya.

Pihaknya berusaha menekan sampah yang dibuang ke TPA hanya 20 persen saja. Sementara sisanya, sebanyak 80 persen dapat didaur ulang di TPST terlebih dahulu. Sebagai tahap awal, rencananya ada lima TPST yang akan dibangun di lima TPA. Diantaranya TPA Ngadirojo, Baturetno, Wuryantoro, Slogohimo dan Purwantoro.

“Yang 80 persen ini, sampah yang bisa didaur ulang. Seperti sampah, plastik dan kaca, dan yang 20 persen ini yang sudah tidak bisa lagi didaur ulang barulah masuk ke TPA,” katanya.

Sampah- sampah tersebut, kata Totok, nantinya akan dikelola, bisa masyarakat setempat atau jika perlu pemerintah setempat. Dia berharap, agar dalam waktu lima tahun, program ini sudah terealisasi di seluruh kecamatan di Wonogiri.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge