0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Asyik, Sepanjang Jalan Ini Siap Manjakan Pecinta Durian

Penjual durian di Jl Pemuda Wonogiri dikerubuti pembeli (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Bagi pecinta buah durian, tak ada salahnya jika ke Wonogiri. Tak perlu jauh-jauh ke tempat petani, cukup singgah di Jalan Pemuda Wonogiri saja. Deretan pedagang durian siap memanjakan lidah Anda. Untuk soal harga tak perlu khawatir, karena sangat terjangkau.

“Sudah bertahun-tahun saya mangkal di sini, apalagi saat musim panen raya seperti ini, sudah banyak langganannya, Mas,” ungkap Sarkim (65), pedagang durian asal Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri Kota, saat kepada Timlo.net, Kamis (9/11).

Sarkim menyebut, saat ini petani durian di Wonogiri dan beberapa kecamatan semisal Kecamatan Ngadirojo, Jatipurno, Slogohimo dan Girimarto tengah panen raya. Ia juga mengatakan, panenan tahun ini jauh lebih bagus daripada tahun lalu.

“Durian ini saya datangkan dari Ngadirojo, Jumapolo dan Jatipuro (Karanganyar). Karena kalau dari Ngadirojo saja sering tidak kebagian karena saking banyaknya pedagang yang kulakan,” katanya.

Saban harinya, kakek bercucu enam ini mampu menjual buah durian 30-50 buah. Kebanyak para pecinta durian menikmatinya di tempat, namun tidak sedikit yang dibawa pulang sebagai buah tangan. Pelanggannya pun tak hanya pengguna jalan yang kebetulan melintas, tapi banyak juga para pegawai SKPD dil ingkungan Pemkab Wonogiri yang sengaja datang.

Takhanya Sarkim, sejumlah pedagang durian lainnya pun mangkal di pinggir Jl Pemuda ini, atau tepatnya timur Kantor DPRD Wonogiri.

“Kalau untuk saat ini, yang banyak hanya jenis durian lokal saja. Untuk durian jenis montong dan petruk jarang, Mas. Misalnya ada dari petani harganya sudah mahal. Tapi soal rasa tak kalah dengan durian jenis lain, ya jujur saja kalau untuk (durian) montong dan petruk itu lebih pulen,” ujar pensiunan PNS ini.

Soal harga, Sarkim menambahkan ,tergantung ukuran. Meski begitu, kata Sarkim, harga buah durian dagangannya jauh lebih murah. Pasalnya, ia sengaja datang dan kulakan kepada petani langsung, bukan pada pengepul.

“Bervariasi, Mas, mulai dari Rp 25 ribu sampai Rp 120 ribu, itu yang jenis lokal. Tapi kalau untuk durian montong dan petruk jauh lebih mahal, bisa sampai Rp 300 ribu untuk seukuran kepala orang dewasa,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge