0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Direktur PNM Kunjungi Nasabah Mekaar

Managemen PT PNM didampingi nasabah Mekaar saat foto bersama (timlo.net/setyo pujis)

Solo — Salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melakukan kunjungan kerja di salah satu rumah kelompok binaan program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), Rabu (8/11). Berlokasi di Petoran RT 2/ RW 2 Jebres, para petinggi PNM tersebut mengajak para ibu-ibu nasabah Mekaar untuk lebih giat dalam usaha meningkatkan ekonomi keluarga.

“Kunjungan kita disini sebenarnya untuk melihat kemajuan dari usaha mereka. Karena selama ini kita sudah memberikan pembiayaan dan pendampingan usaha,” ujar Direktur Utama PT PNM, Parman Nataatmaja kepada wartawan.

Menurutnya, program Mekaar yang digulirkan oleh PNM tersebut bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pra sejahtera. Dalam program itu tidak hanya pendampingan usaha yang dilakukan, tapi juga pembiayaan bagi masyarakat yang berkomitmen mengembangkan usaha tapi tidak memiliki modal.

“Berbeda dengan pembiayaan yang dilakukan oleh lembaga lain. Kalau program Mekaar yang dilakukan oleh PNM ini berbasis kelompok dan setiap pembiayaan juga tidak perlu ada jaminan. Sehingga harapannya bisa membantu masyarakat prasejahtera,” jelasnya.

Dalam kunjungannya itu, pihaknya tidak hanya mengajak dialog para nasabah Mekaar seputar perkembangan usaha. Tapi juga ikut memantau kendala yang dihadapi, termasuk soal kesehatan.

“Kita juga mendata nasabah kita ini yang belum terkover oleh layanan JKN-KIS. Mereka yang selama ini belum memiliki kartu jaminan kesehatan itu akan kita bantu laporkan supaya bisa segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua kelompok nasabah Mekaar, Sri Handayani (50) menyampaikan, bantuan pembiayaan yang dilakukan oleh PNM melalui program Mekaar dianggap sangat membantu. Bahkan karena adanya tambahan modal yang diberikan itu, usahanya kini bisa dikatakan semakin berkembang.

“Saya usaha makanan rambak. Sebelumnya karena tidak ada modal, usaha saya stagnan atau paling banter sehari hanya bisa mencukupi permintaan sekitar 7 kg. Tapi sekarang alhamdulilah setelah dibantu modal melalui program Mekaar, saya sudah mampu berkembang dan sehari bisa mencapai 15 kg, ” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge