0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

UMS Bahas Cara Membangun Daya Saing UMKM

Wakil Dekan I FEB UMS Anton Agus Setiawan (kiri) dan Wakil Dekan II FEB UMS Ihwan Susila (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo Baru — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) membahas bagaimana membangun daya saing Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) Indonesia, di Hotel Best Westren,  Solo Baru, Selasa (7/11). Pembahasan digelar dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dengan UMS diikuti sebanyak 50 peserta pelaku UMKM, Bappeda Kabupaten/Kota se eks Karesidenan Surakarta.

“Kita ingin UMKM di Soloraya memiliki daya saing yang kuat dalam rangka  meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” ungkap Wakil Dekan II FEB UMS, Ihwan Susila kepada wartawan, seusai acara.

Ihwan mengemukakan, ini bagian dari upaya kita untuk bisa meningkatkan daya saing UMKM melalui berbagai kapasitas yang dimiliki dari sisi internal maupun eksternal. Berdasarkan pembahasan, didapat dari sisi internal, kita dapatkan banyak sekali hal-hal yang sebenarnya UMKM memiliki potensi untuk berkembang dan berdaya saing. Diantaranya, keunikan, jejaring yang sudah mulai dibangun, termasuk teknologi yang telah diaplikasikan. Meskipun ada sejumlah kendala yang dihadapi, salah satunya adalah regulasi dan perijinan.

 “Dari sisi regulasi dan perijinan, pemerintah sudah sudah berusaha untuk memudahkan, tetapi kenyataannya memang masih banyak hal-hal yang harus diperbaiki,” ungkapnya.

Menurut Ihwan, FGD ini akan kita rekomendasikan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terkait bagaimana membangun daya saing UMKM agar nantinya UMKM betul-betul bisa memilik daya saing yang kuat.

Beberapa persoalan yang muncul dalam pembahasan, kata Ihwan, diantaranya persaingan di dalam industry sendiri termasuk juga persoalan serapan yang masih kecil, meskipun ada beberapa yang sudah berhasil mengakses pasar internasional.  “Selain itu dukungan pemerintah memang sudah banyak dilakukantetapi beberapa UMKM merasa tidak berkesinambungan,” ungkapnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge