0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jokowi Mantu

Saksikan Siraman, Para Tamu Dapat Abon Sapi dan Perlengkapan Mandi

Keluarga Presiden Jokowi menyambut para tamu saat acara siraman Kahiyang Ayu (istimewa/dok.keluarga presiden)

Solo — Upacara adat siraman pengantin putri, Kahiyang Ayu telah selesai dilaksanakan, Selasa (7/11) pagi. Tampak beberapa tamu undangan dan kelompok pengajian yang hadir dalam upacara adat tersebut keluar dari kediaman Presiden Joko Widodo, di Sumber, Banjarsari, Solo, sekitar pukul 10.20 WIB.

“Sudah selesai. Kira-kira 15 menit yang lalu,” ungkap Hani, salah seorang anggota pengajian, Latifa yang juga hadir dalam upacara tersebut.

Tamu undangan mengenakan busana serba putih dan selendang motif jumputan dengan warna tosca. Mereka keluar sambil membawa bingkisan berupa abon sapi, dan beberapa perlengkapan mandi seperti sabun dan shampo yang dikemas menjadi souvenir.

Informasi yang dihimpun menyebutkan setelah pemasangan bleketepe dan tuwuhan, dilanjutkan dengan upacara adang sepisan (menanak nasi untuk pertama kali). Selanjutnya dalam prosesi siraman ini, Presiden Jokowi mencampurkan air yang berasal dari tujuh sumber mata air yang berbeda yakni berasal dari sumber mata air dari dari tetangga sekitar.

Sebelumnya, Kahiyang terlebih dulu melakukan sungkeman pada kedua orang tuanya. Selanjutnya, Presiden Jokowi akan membagi air tersebut menjadi dua, dan mengutus duta untuk membawa sebagian air siraman tersebut kepada calon mempelai pria, untuk melakukan upacara adat yang sama. Kemudian ada sembilan orang perempuan yang dianggap tua dan bisa menjadi tauladan bagi masyarakat, akan menyiramkan air kepada calon pengantin putri.

“Kalau yang di pengantin putra, yang nyirami sejumlah sembilan orang, dan dipimmpin oleh Pak Darmin Nasution,” ungkap Nugroho, yang juga menjadi utusan Presiden Jokowi mengantar air kepada pihak pengantin pria.

Setelah prosesi ini, Jokowi menggendong Kahiyang. Tradisi gendongan selepas siraman ini memiliki arti yakni tanggung jawab terakhir orang tua pada anak perempuannya sebelum menjadi seorang istri yang harus patuh pada suaminya.

Yang terakhir, calon pengantin putri masuk ke dalam rumah dan membersihkan diri, untuk kemudian memotong sedikit bagian rambutnya untuk kemudian disatukan dengan potongan rambut pengantin pria, dan kemudian dikubur.

“Hal ini menandakan bersatunya antara pengantin putra dan pengantin putri,” katanya.

Selanjutnya, Presiden Jokowi berjualan dawet. Bagi tamu yang ingin membeli dawet, harus membayar dengan menggunakan kereweng atau pecahan genting. Nanti malam masih akan digelar upacara adat midodareni dan besok merupakan agenda puncak yakni akad nikah dan resepsi di Gedung Saba Buana, tak jauh dari kediaman Presidenn Jokowi.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge