0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dua Pengedar Sabu Tewas Didor

Petugas BNN memusnahkan barang bukti sabu (merdeka.com)

Timlo.net – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur menembak mati dua pengedar sekaligus bandar narkoba. Keduanya adalah Dwi Budi (50), warga Jalan Hangtuah, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dan Roni (34), Banyu Urip, Kota Surabaya.

Dwi Budi ditangkap dan ditembak mati tanggal 11 Agustus. Petugas mengamankan barang bukti 250 gram sabu. Sementara Roni dieksekusi mati oleh anggota BNN Provinsi Jawa Timur tanggal 2 Oktober, dengan barang buktinya 2,8 kilogram sabu.

Kini semua barang bukti tersebut dimusnahkan BNN. Sebelum dimasukkan ke dalam incinerator, barang bukti dites Labfor Mabes Polri Cabang Polda Jawa Timur.

“Setelah dilakukan uji labfor, semua narkoba hasil tangkapan dari bulan Augustus hingga Oktober dimusnahkan,” kata Kepala BNN Provinsi Jawa Timur, Brigjen Fatkhur Rahman, Senin (6/11).

“Pemusnahan ini dilakukan sudah mempunyai kekuatan hukum. Tapi, tidak semuanya dimusnahkan, hanya disisakan sedikit untuk jadi barang bukti di persidangan,” ujar jenderal bintang satu.

Kabid Penindakan dan Pemberantasan BNN Provinsi Jawa Timur AKBP Wisnu Chandra menjelaskan, penangkapan Dwi Budi berawal dari tertangkapnya IR, AM dengan barang bukti 1 kilogram sabu di sebuah hotel di Surabaya.

Keduanya mengaku narkoba itu akan dikirim ke Dwi Budi. Dari situ petugas menyamar sebagai kurir mengirim sabu ke tersangka Dwi Budi, namun saat diserahkan tersangka mengetahui dan berusaha kabur. Tetapi saat ditangkap, Dwi melawan sambil berusaha mengambil senjata api petugas. Akhirnya petugas menembak tersangka.

Sedangkan penangkapan Roni berawal saat petugas menangkap istri tersangka bernama Leti di kawasan Banyu Urip. Petugas mengamankan barang bukti 2,5 kilogram sabu.

Kemudian BNN menangkap anggota jaringan Roni, yakni Cheppy, barang buktinya 500 gram sabu. Petugas kemudian menginterogasi tersangka Roni, supaya menunjukkan tempat penyimpanan narkoba sabu di lokasi lain.

“Dari situ, tersangka saat dibawa ke lokasi penyimpanan narkoba di daerah Rungkut, Kota Surabaya, justru merampas senpi untuk melarikan diri. Tapi anggota sigap, mampu mempertahankan senpinya. Saat itu, karena ada yang terancam anggota lainnya memberikan tembakan tindak tegas (tembak mati),” katanya.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge