0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Petani Bawang Putih Pancot Diajak Bekerja Sama

Ladang bawang putih di Tawangmangu (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Dusun Pancot, Kalisoro, Tawangmangu dipilih menjadi lokasi uji coba penanaman bibit bawang putih seluas 10,5 hektar. Program itu terkait Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH) yang mewajibkan importir bawang putih menanam bibit tanaman itu di dalam negeri.

“Jenis bawang putihnya lumbu hijau dari Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Per hektar di lokasi penanaman di Pancot, dibutuhkan bibit 500 kilogram. Kalangan importir bawang putih yang akan menyediakannya. Termasuk obat-obatan dan pupuk. Dari 90 hektar area penanaman, uji coba dulu di lahan seluas 10,5 hektar,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Karanganyar, Riyanto kepada Timlo.net, Minggu (5/11).

Dengan memperhitungkan ada tujuh importir bawang putih, maka ketemunya 90 hektar yang akan ditanam di Tawangmangu. Uji coba ini untuk mengetahui tingkat keberhasilannya karena petani Tawangmangu butuh kepastian. Jenis bibitnya Lumbu Hijau, lanjutnya, relatif baru untuk petani yang bisanya memakai bibit Tawangmangu Baru.

Ketua Komisi B DPRD Karanganyar, Toni Hatmoko usai menyerap aspirasi petani bawang putih Tawangmangu mengatakan pada dasarnya petani menyambut baik program RIPH. Hanya saja, mereka masih ragu menggunakan bibit dari importir.

“Apakah bibit itu berhasil ditanam di Tawangmangu? Petani masih ragu. Setahu petani, bibit itu dikembangkan di China yang berbeda iklimnya dengan sini. Persoalan lain, petani tidak memiliki gudang penyimpanan,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge