0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mangayubagyo Jokowi Mantu, Mahasiswa STIE AUB Sade Dawet

Mahasiswi sedang melayani pembelian dawet (timlo.net/eko prasetyo)

SoloMangayubagyo Presiden Joko Widodo (Jokowi) mantu atau menikahkan putrinya Kahiyang Ayu, mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AUB Surakarta menggelar kegiatan sade dawet atau berjualan dawet. Kegiatan ini dilakukan di Kawasan Car Free Day (CFD) jalan Slamet Riyadi Surakarta maupun di Kampus STIE AUB, Solo, Minggu (5/11).

Sade Dawet seperti halnya prosesi tradisi menjelang adat pernikahan Jawa, pembeli tidak menggunalan uang layaknya setiap orang membeli sesuatu barang, tetapi memakai pecahan genteng atau kereweng,” ungkap dosen STIE AUB Surakarta, Dina yang juga pemrakarsa Sade Dawet kepada wartawan, di sela-sela CFD.

Dina mengatakan, kegiatan Sade Dawet merupakan bentuk ikut bahagianya civitas akademika STIE AUB Surakarta atas pernikahan puteri Presiden Kahiyang Ayu, yang digelar keluarga Presiden dengan adat Jawa Solo.

Pada acara kali ini, menurut Dina, mahasiswa-mahasiswi STIE AUB membagi-bagikan sekitar 1.000 cangkir dawet pada masyarakat dan mahasiswa pengunjung CFD Slamet Riyadi dan masyarakat yang datang di Kampus STIE AUB Surakarta.

Tradisi Sade Dawet, biasanya orangtua pengantin berjualan dawet dengan tamu undangan sebagai pembelinya. Membelinya pun bukan menggunakan uang, melainkan kereweng atau pecahan gerabah. Bentuk dawet yang bulat pun memiliki makna dan filosofi tersendiri. Bulatnya dawet merupakan perlambang kebulatan hati dan kesiapan untuk berumah tangga.

“Penggunaan kereweng atau pecahan genting, bukan uang sebagai alat pembelian dawet, Hal ini memberi makna kehidupan manusia sejatinya dimulai dan dinafkahi dari bumi,” ungkapnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge