0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pesta Miras, 11 Remaja Digerebek Warga

Pesta pil koplo. Para remaja diamankan Polsek Sragen (foto: Agung Widodo)

Sragen – Warga Kampung Tlebengan RT 2, Kelurahan Sragen Tengah menggerebek sebuah rumah milik Nono alias Jendral yang diketahui menjadi markas pesta miras dan pil koplo. Ironisnya, mereka adalah para remaja laki-laki dan perempuan yang telah berhari-hari pesta pil koplo.

“Ada 11 remaja yang kita amankan. Mereka sering meresahkan warga, sangat menggangu lingkungan yang kadang nongkrong berhari-hari. Membuat warga kesal dan tidak nyaman,” kata Kapolsek Sragen, AKP Suseno mewakili Kapolres AKBP Arif Budiman, Sabtu (4/11).

Warga terpaksa menggerebek tempat itu lantaran sudah kesal dan mengganggu kenyamanan Kampung Tlebengan. Penggerebekan sendiri dilakukan secara spontan pada Jumat (3/11) petang.

Saat itu, warga yang berencana akan menjenguk orang sakit di rumah sakit melihat rumah Nono alias Jenderal ramai banyak muda-mudi. Seketika, Ketua RT, Wuryanto berinisiatif untuk menggerebek bersama warga lainnya.

Saat digerebek ternyata ada 11 muda-mudi dalam keadaan teler dengan aroma miras. Lima dari 11 remaja tersebut adalah perempuan yang juga dalam keadaan mabuk. Kejadian itu pun langsung dilaporkan ke Polsek Sragen.

Mereka akhirnya digiring ke Polsek Sragen untuk dimintai keterangan. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa botol miras dan bekas bungkus pil koplo jenis trihexhenidyl.

Lima perempuan itu masing-masing Asyifa Muzaifa (18), warga Tlebengan, Sragen Tengah; Aniza Ditania (30), warga Srimulyo, Gondang; NS (17), warga Taraman, Sidoharjo; Tia Rahma (20), warga Srimulyo, Gondang dan Natalia Sari (22), warga Tegalrejo, Masaran, Sragen.

foto: Agung Widodo

Sedangkan enam pria yang diamankan, Yosafat Nagita Krisnanto (18), warga Pilangsari, Ngrampal; Wibbi (22) warga Kroyo, Karangmalang; Hari Susanto (22), warga Kroyo, Karangmalang; Supriyanto (38), warga Kebonromo, Ngrampal; Suradi (25), warga Jambanan, Sidoharjo dan Isa Nori Syaifullah (19), warga Pilangsari, Ngrampal.

Polsek Sragen juga menghadirkan orangtua masing-masing untuk dipertemukan dengan warga Tlebengan. Kasus itu akhirnya diselesaikan dengan mediasi dengan membuat surat kesepakatan bersama (SKB) antara pelaku dan warga.

“Sebelas pelaku itu juga kita wajibkan lapor ke Polsek setiap Selasa dan Kamis,” terang AKP Suseno.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge