0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pendiri HMI dapat Gelar Pahlawan Nasional

Lafran Pane (merdeka.com)

Timlo.net — Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada mendiang Lafran Pane. Lafran Pane adalah salah satu pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

“9 Atau 10 November ini bapak presiden akan menganugerahkan gelar itu kepada bapak Lafran Pane sebagai pahlawan nasional,” ungkap Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Mahfud MD di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (3/11).

Mahfud menuturkan, Jokowi mengakui jasa-jasa Lafran Pane untuk negeri ini sehingga layak diberikan gelar pahlawan nasional. Berdasarkan rekam jejak, Lafran Pane memberikan kontribusi besar di puluhan perguruan tinggi Tanah Air.

“Alhamdulillah tadi bapak presiden menyampaikan Prof Lafran Pane itu memang layak menjadi pahlawan nasional,” ucapnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menceritakan, Korps Alumni HMI (KAHMI) sudah mengusulkan agar Lafran Pane jadi pahlawan nasional sejak dua tahun lalu. Namun, baru hari ini Jokowi menyatakan siap mengangkat pria kelahiran Padang Sidempuan, 5 Februari 1922 itu jadi pahlawan nasional.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengungkapkan, Jokowi tahun ini akan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada tiga orang yang dianggap telah berjuang dan berjasa kepada bangsa dan negara tahun ini. Salah satu di antaranya adalah Laksamana Malahayati.

Malahayati atau Keumalahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Keumalahayati merupakan wanita pertama di dunia yang pernah menjadi seorang laksamana. Pada tahun 1585–1604, Malahayati menjabat sebagai Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV.

Malahayati memimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah syahid) berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda tanggal 11 September 1599 sekaligus membunuh Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal. Dia mendapat gelar Laksamana untuk keberaniannya ini, sehingga ia kemudian lebih dikenal dengan nama Laksamana Malahayati.

[bal]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge