0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ulah Mbah Darmo Gemparkan Warga Katelan, Ini Sebabnya

Ilustrasi (dok.merdeka.com)

Sragen –  Ketenangan di Dukuh Tenggaran RT 17, Desa Katelan, Kecamatan Tangen tiba-tiba digemparkan aksi nekat gantung diri Mbah Darmo Wiyono (75). Pertama kali, peristiwa ini diketahui oleh istrinya, Ngatinem sekitar pukul 02.30 WIB.

”Sebelum ditemukan menggantung, sekitar pukul 02.00 WIB, Ngatinem masih sempat menyediakan makanan untuk suaminya. Saat itu dia masih melihat Mbah Darmo berada di dalam kamar,” ungkap Kapolsek Tangen, AKP Sartu mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman, Jumat (3/11).

Dari keterangan yang dihimpun, korban Darmo Wiyono nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri pada pohon mangga lantaran tidak sanggup menahan sakit yang dideritanya selama lebih dari setahun. Bahkan suatu hari korban sempat mengeluh kepada istrinya, ingin mengakhiri hidup dengan nyebur ke sumur atau gantung diri.

Kejadian itu pun oleh Ketua RT 17 Dukuh Tenggaran, Wahyono, langsung dilaporkan ke Polsek Tangen. Tidak ada warga yang menurunkan jasad mbah Darmo dari tali gantungan, hingga petugas Polsek Tangen bersama tim Inafis Polres Sragen dan Puskesmas Tangen datang ke lokasi kejadian.

“Hasil pemeriksaan yang dilakukan tim Inafis Polres Sragen dan  tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban meninggal dunia murni akibat gantung diri,” terang Kapolsek.

Menurut dia, keluarga sudah pasrah dengan kematian Mbah Darmo. Pihak keluarga juga tidak menginginkan jasad korban dilakukan otopsi. Jenazah Mbah Darmo akhirnya dimakamkan di desa setempat.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge