0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Otak Penembakan di Bima Menyerahkan Diri

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Polisi menahan otak aksi penembakan polisi di Bima, Nusa Tenggara Barat, Imam Munandar alias Nandar. Pria itu menyerahkan diri ke Polres Bima Kota pada Kamis (2/11) malam.

“Betul, saya dapat laporannya seperti itu dari wilayah, tadi malam menyerahkan diri,” kata Wakapolda NTB Kombes Pol Tajuddin, Jumat (3/11)

Informasi dihimpun, Imam Munandar diduga berperan sebagai penggagas aksi penembakan dua anggota kepolisian di Bima Kota pada 11 September. Dalam insiden penembakan dua anggota kepolisian di Bima Kota, Nandar bertindak sebagai eksekutor.

Dalam peristiwa penembakan itu, Nandar beraksi bersama MA alias One Dance, yang sebelumnya tewas dalam aksi baku tembak di pegunungan Oi Sarume, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, pada Senin (30/10) lalu.

Sementara di TKP kedua, dalam waktu yang hampir bersamaan, MIT alias Iqbal, melancarkan aksi penembakan bersama RFJ alias Yaman, yang juga dilaporkan telah tewas bersama One Dance di pegunungan Oi Sarume.

Informasi tersebut didapatkan dari hasil pemeriksaan Iqbal yang saat ini telah diamankan bersama delapan warga Penato’i, Kecamatan Mpunda, Bima kota. Rencananya, sore ini Nandar akan diberangkatkan ke Mabes Polri menyusul sembilan rekannya yang sudah lebih dulu diberangkatkan pada Kamis (2/11) malam.

Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror Polri telah menangkap Muhammad Iqbal yang merupakan eksekutor penembakan anggota Polres Bima, Nusa Tenggara Timur. Selain Iqbal, Densus 88 juga menangkap empat orang terduga teroris lainnya seperti Abdul Hamid alias Dami Muhammad (60), Jasman Ahmad (28), Yaser Bin Thamrin (29), dan Arkam (30).

Karopenmas Divhumas Mabes Polri, Brigjen Pol Rikwanto mengatakan kelima orang itu ditangkap di daerah Ambalawi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Timur, pada 30 dan 31 Oktober 2017.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge