0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sikapi Kasus Kekerasan pada Anak, PKK Hidupkan Pawon Emak

Ketua TP PKK Wonogiri Verawati Joko Sutopo  (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — TP PKK Wonogiri  bakal menghidupkan kembali unit layanan terpadu dan terintegrasi “Pawon Emak”(PKK Wonogiri Empati Masalah Anak dan Keluarga) yang telah lama mati suri. Gagasan itu muncul setelah adanya kecemasan akan kasus kekerasan perempuan dan anak yang belakangan ini tak kunjung mereda.
“Sudah lama mati suri, sejak era bupati terdahulu mungkin ya. Makanya di tahun anggaran 2018 mendatang kita akan coba bangkitkan kembali “Pawon Emak” dengan kemampuan anggaran yang ada,” ungkap  Ketua TP PKK Wonogiri, Verawati Joko Sutopo, Jumat(3/11).
Selain memperpendek jalur birokrasi, kata istri Bupati Joko Sutopo ini, Pawon Emak dinilai efektif ketika mendapati masalah kekerasan perempuan dan anak, dalam hal alur pengaduan dan penanganan secara cepat dan tepat sasaran. Pawon Emak, menurut Verawati, beranggotakan 350 petugas yang tersebar di Wonogiri. Wadah ini dibentuk mulai dari tingkatan desa/ kelurahan, dusun/ lingkungan, RW, RT dan Darwis.
“Dengan wadah ini, kita akan melakukan edukasi dan sosialisasi. Selain itu, dengan Pawon Emak kita mengajak ibu- ibu berani untuk melapor ketika ada kasus di lingkungannya, jangan hanya diam. Kalau kita diam, kapan persoalan semacam ini bisa kelar. Ya, walaupun saat ini ranking Wonogiri soal kekerasan perempuan dan anak angkanya menurun,” ujar ibu beranak satu ini.
Selain berani melapor, pihaknya juga mendorong agar kalangan perempuan mengubah stigma selama ini. Dimana dengan melaporkan suatu kasus, mereka akan dijadikan saksi dan berurusan dengan polisi. Hal itulah yang selama ini menjadi momok di kalangan mereka. Tak hanya itu, Pawon Emak juga memberikan pelayanan berupa layanan pengaduan, medis, hukum, psikososial dan home visit bagi korban.
“Mereka takut diperiksa polisi, bahkan ada yang bilang menjadi terbebani layaknya terlapor. Nah, hal inilah yang harus kita ubah, makanya Pawon Emak ini menjadi corongnya,” jelasnya.
Bahkan, masih lanjut dia, ke depan rencananya akan menyentuh terhadap keluarga pelaku, dimana selama ini mereka mendapatkan imbas buruk buah perbuatan anggota keluarganya, bahkan ada dari mereka yang kerap menjadi korban bulying.
Pihaknya mengaku prihatin dengan maraknya kasus-kasus asusila belakangan ini. Dia menyebut, sikap peduli dan empati dapat membawa perubahan dalam hal pencegahan. Meskipun upaya masif yang dilakukan hanya sebatas sosialisasi. Ia menyakini, jika upaya itu dilakukan secara serentak lambat laun kasus itu akan mereda.
“Intinya Pawon Emak ini memberikan jaminan terwujudnya ketahanan keluarga serta terselenggaranya pelayanan dan perlindungan pada korban kekerasan berbasis gender dan anak,” tandasnya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge