0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Begini Cara Indonesia Hadapi Kampanye Negatif Produk Sawit

Enggartiasto Lukita (merdeka.com)

Timlo.net – Pemerintah siap menghadapi kampanye negatif terhadap produk sawit Indonesia. Selama ini isu-isu negatif terhadap minyak sawit (CPO) dinilai sebagai bentuk persaingan tidak sehat antara minyak nabati.

“Eropa selalu membantah kalau (kampanye negatif pada sawit) dikatakan sebagai ‘trade war’ (perang dagang). Kita akan proaktif hadapi mereka. Kita akan mulai ‘trade war’,” kata Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, Jumat (3/11).

Menurut Enggartiasto, Indonesia tidak keberatan dengan berbagai ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan Uni Eropa terhadap produk minyak sawit Indonesia yang masuk ke pasar mereka. Namun, pemerintah Indonesia menilai ketentuan-ketentuan yang diterapkan tersebut bersifat diskriminatif hanya dikenakan terhadap produk sawit sedangkan minyak nabati lain dari negara-negara Eropa tidak dikenai.

Padahal, lanjutnya, minyak sawit merupakan komoditas perkebunan yang paling sedikit menggunakan lahan serta paling hijau dibandingkan minyak nabati lain seperti bunga matahari ataupun rape seed yang dibudidayakan di Eropa.

Bahkan, dari sisi kesehatan, menurut Menteri, tuduhan mereka bahwa minyak sawit memiliki dampak negatif selama ini juga tidak terbukti secara ilmiah, berbeda dengan minyak dari produk hewan.

Begitu juga tuduhan penggunaan tenaga kerja anak serta kesejahteraan petani, penyebab kebakaran lahan dan hutan tambahnya, tidak terbukti karena industri sawit sangat taat memenuhi aturan yang ditetapkan.

“Jadi isu yang terus menerus dihembuskan pada industri sawit itu bagian dari perang dagang dan persaingan,” ujarnya.

Mendag mengakui, selama ini seluruh pemangku kepentingan industri sawit di Tanah Air, baik pemerintah maupun pelaku usaha lebih menempuh cara-cara bertahan atau defensif menghadapi serangan dagang yang dilancarkan Eropa melalui kampanye negatif pada sawit.

Oleh karena itu, dia meminta seluruh pemangku kepentingan industri sawit di Tanah Air untuk bersatu menghadapi isu-isu negatif yang selalu dilancarkan mereka.

“Kita harus offensif jangan defensif menghadapi mereka,” katanya.

Terkait langkah nyata yang akan dilakukan pemerintah dalam menghadapi serangan terhadap industri sawit nasional oleh Eropa, pihaknya siap menghentikan impor bubuk susu dari Eropa yang dinilai juga mengganggu produksi peternak sapi perah dalam negeri.

“Kita wajib melindungi peternak susu dalam negeri. Kita akan lakukan itu (stop impor bubuk susu),” katanya.

Selain itu, tambahnya, bisa saja Indonesia menghentikan ekspor minyak sawit ke Eropa dalam satu bulan yang pasti akan berdampak terhadap seluruh kehidupan mereka terutama saat musim dingin.

Menyinggung pembukaan pasar baru di luar Eropa terhadap ekspor minyak sawit Indonesia, Mendag menyatakan, pemerintah siap melakukan hal itu.

[idr]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge