0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tol Trans Jawa Ditargetkan Rampung 2019

Ilustrasi gerbang tol (merdeka.com)

Timlo.net – Pembangunan tol Trans-Jawa dari Merak, Banten, hingga Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, ditargetkan bisa tersambung pada 2019 mendatang. Saat ini tahap prakonstruksi proyek strategis nasional tol Probolinggo- Banyuwangi sepanjang 170,36 kilometer itu dikebut. Rencananya masuk tahap konstruksi pada pertengahan 2018.

Lelang proyek strategis nasional itu menyisakan satu peserta, yakni Konsorsium perusahaan pelat merah yang terdiri dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Waskita Toll Road dan PT Brantas Abipraya (Persero).

“Setelah tahapan negosiasi harga selesai, awal tahun depan akan dilakukan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT),” kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra, Jumat (3/11).

Nilai investasi Tol Probolinggo-Banyuwangi diperkirakan mencapai Rp 23 triliun. Jumlah itu belum ditambah dengan nilai tanah yang mencapai Rp 4 triliun. Seluruh biaya pembangunan tol dan pembebasan tanah tidak menggunakan APBN melainkan melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

“Untuk konstruksi kapan mulainya sangat tergantung pembebasan tanah, kami berharap pertengahan 2018 bisa sudah dimulai konstruksinya,” ujarnya.

Herry melanjutkan jika ada tanah-tanah yang sudah selesai pembebasannya maka akan bisa langsung dikerjakan. Dia memperkirakan lahan-lahan awal yang paling pertama dibebaskan adalah milik Perhutani.

“Mungkin sekitar 30 persen lahan di tol itu punya Perhutani. Jadi mungkin bisa dimulai di Perhutani,” tuturnya.

Di tahun 2018, ruas-ruas tol di pantura tersambung sepenuhnya termasuk ruas tol ke arah timur sampai Probolinggo.

“Sampai akhir 2018 nanti, tol trans-Jawa sudah bisa tersambung tidak hanya sampai Surabaya. Tetapi sampai Probolinggo,” katanya.

Pada 2018, pemerintah menargetkan penambahan 766,3 kilometer jalan tol baru. Dengan begitu, di akhir 2018, panjang tol yang sudah beroperasi mencapai 1.321,5 kilometer. Pada 2019, Herry memasang taget sepanjang 533,1 kilometer tol yang baru akan beroperasi. Dengan begitu, panjang jalan tol yang beroperasi hingga 2019 mencapai 1.854,6 kilometer.

Kepala Panitia Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Eka Pria Anas mengatakan, konsorsium perusahaan pelat merah yang terdiri dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Waskita Toll Road dan PT Brantas Abipraya (Persero) menjadi satu-satunya peserta lelang yang bertahan dalam lelang tol Probolinggo- Banyuwangi sepanjang 170,36 kilometer.

Berdasarkan aturan pengadaan barang dan jasa yang ada, pemerintah melakukan negosiasi tarif manakala proses pelelangan hanya menyisakan satu peserta.

“Lelang yang sedang jalan sekarang salah satunya Probolinggo-Banyuwangi, itu sudah pasti Jasa Marga. Kami sedang proses negosiasi untuk menetapkan tarif yang mau kami sepakati. Mungkin bulan ini selesai,” ujarnya.

Dalam melakukan negosiasi, Eka mengaku berpatokan pada perhitungan tarif paling tinggi Rp 1.500 per kilometer golongan I untuk tahun 2019.

Meski demikian, dia menyatakan pemerintah juga mempertimbangkan kemampuan atau daya beli masyarakat dan juga pengusaha logistik mengingat pengguna jalan ini diperkirakan tak hanya berasal dari kendaraan pribadi saja, tetapi juga truk golongan 3 dan 4.

[idr]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge