0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Wartawan Udin Masih Jadi PR Pemerintah dan Polisi

Aksi Kamisan di Samarinda (merdeka.com)

Timlo.net — Puluhan aktivis, musisi jalanan hingga jurnalis, menyuarakan kasus wartawan Udin yang tewas dibunuh karena pemberitaannya, di tahun 1996 silam. Pengungkapan kasus itu secara gamblang, masih jadi pekerjaan rumah pemerintah dan aparat kepolisian.

Aksi itu digelar dalam Kamisan bertemakan ‘Merawat Ingatan, Menolak Lupa’, di Tepian Sungai Mahakam, depan kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gadjah Mada, mulai pukul 16.00 Wita sore.

Orasi dan puisi bergantian, dilakukan oleh aktivis hingga Sekretaris Ikatan Jurnalis Televisi Kalimantan Timur Jasmin Jaffar. Aksi Kamisan kali ini, juga bagian dari peringatan Hari Internasional Akhiri Impunitas Bagi Kejahatan Terhadap Jurnalis.

“Kita juga menyatakan solidaritas bagi buruh Awak Tangki Minyak yang melakukan aksi long march dari Bandung ke Jakarta,” kata Koordinator Aksi Kamisan Romiansyah.

Dia menilai, keberadaan pers yang dibredel sebelumnya, jangan terulang lagi di masa sekarang. Penuntasan kasus kejahatan terhadap jurnalis, menurut Romiansyah, juga jauh dari harapan.

“Sejak 1965 pers dibungkam. Banyaknya kasus pelecehan dan kriminal terhadap pers, menjadi PR bagi pemerintah. Termasuk kasus wartawan Udin yang kita bawa posternya hari ini, juga tak tuntas sampai saat ini,” tambahnya.

Sementara, Jasmin Jaffar menambahkan, pers sebagai fungsi kontrol saat ini semakin berat.

“Harus terus bergandeng tangan, melawan intimidasi, dan intervensi dari pihak luar, yang bisa mengganggu kredibilitas untuk melahirkan produk jurnalistik,” katanya, yang juga jurnalis Kompas TV itu.

Menjelang akhir aksi, musisi jalanan ambil bagian, menyanyikan lagu-lagu kritikan, yang hits dibawakan musisi Iwan Fals. Hingga pukul 18.00 Wita petang ini, aksi bubar dengan tertib.

Fuad Muhammad Syafruddin yang akrab dipanggil Udin, merupakan jurnalis Bernas yang lahir di Bantul Yogyakarta. Dia meninggal di usia 32 tahun, usai dianiaya orang tak dikenal. Beberapa tulisan Udin, mengkritik orde baru dan juga pemerintah saat itu. Penanganan kasusnya pun masih gelap sampai saat ini.

[fik]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge