0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mengukur Kemungkinan AHY Dampingi Prabowo di Pilpres

Agus Harimurti Yudhoyono (merdeka.com)

Timlo.net – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon memastikan pertemuan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Ketua Umum Prabowo Subianto hanya membicarakan hal normatif saja. Menurutnya, pertemuan yang dilakukan pada Selasa (31/10) malam kemarin tidak membahas masalah pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

“Saya kira enggak ada masalah, bagus untuk sebuah komunikasi politik meskipun yang dibicarakan umumnya hal-hal biasa saja yang normatif,” kata Fadli di Jakarta, Rabu (1/11).

Fadli menilai tak ada yang istimewa dari gerilya politik AHY dengan sowan ke sejumlah tokoh dan pemimpin bangsa. Gerindra dan Prabowo juga melakukan hal sama kepada tokoh lain.

“Gerilya cuma kan membawa nama institutnya, kemudian berkomunikasi. Saya kira baik-baik saja. Kami juga melakukan hal yang sama. Pak Prabowo juga datang dengan tokoh-tokoh yang lain atau tokoh-tokoh lain juga datang ke Pak Prabowo,” ujarnya.

Soal kans AHY menjadi calon wakil presiden dari Prabowo, Fadli menyebut wacana tersebut terlalu dini. Saat ini, Gerindra hanya fokus pada persiapan pencalonan Prabowo di Pilpres 2019.

Namun dia mengakui, peluang AHY mendampingi Prabowo masih terbuka. Gerindra akan memilih bakal calon presiden yang bisa melengkapi, memiliki elektabilitas serta visi yang sama baik dari aspek sosial, ekonomi dan politik dengan Prabowo.

“Dalam politik kemungkinan itu kan terbuka, siapa pun. Pada masanya. Kadang momentum datangnya juga cepat. Kita lihat saja nanti ini kan masih terlalu dini. Tapi sebagai sebuah komunikasi politik saya kira bagus-bagus saja,” terangnya.

Pihaknya menilai AHY merupakan tokoh potensial di Partai Demokrat. Fadli menghargai proses kaderisasi dan rekrutmen politik yang dilakukan Demokrat.

“Semua tokoh politik punya potensi di partai masing-masing,” ujar Fadli.

Di lain hal, Demokrat disebut mempersiapkan AHY sebagai pemimpin masa depan Indonesia. Saat ditanya apakah AHY bisa menjadi kompetitor bagi Prabowo, Fadli menyebut kedua tokoh memiliki modal politik dan sosial yang berbeda.

Menurutnya, Prabowo memiliki pengalaman yang lebih banyak karena telah melalui berbagai ujian, tantangan dan proses ketimbang AHY.

“Tapi kan modal politik, modal sosialnya sudah berbeda saya rasa. Kalau Pak Prabowo saya kira sudah cukup panjang dari political capital, social capital dan sebagainya. Saya kira pemimpin itu tidak bisa dikarbit. Pasti harus melalui sebuah proses, tantangan, ujian dan sebagainya, enggak bisa ujug-ujug,” tukasnya.

[ded]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge