0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kapolri Beberkan 5 Langkah Atasi Terorisme di Markas PBB

Kapolri Jenderal Tito Karnavian (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjadi salah satu pembicara dalam Panel Discussion yang diselenggarakan di Markas PBB New York, Senin 30 Oktober 2017.

Dalam Panel Discussion tersebut, tampil sebagai moderator adalah permanent representative of Indonesia for the United Nations HE Dian Triansyah Djani, Sebagai Keynote Remarks Chief of Policy and Coordinating Unit UNOCT Mr Rafiuddin Shah (Pakistan), panelis pertama permanent representative of Singapore for United Nations HE Burhan Gafoor dan panelis kedua Kapolri Jenderal Tito.

Seperti siaran pers yang diterima merdeka.com menyebut diskusi tersebut dihadiri 52 perwakilan negara. Kapolri berbicara mengenai Strategy and Counter Strategy on global terrorist networks, dan pandangannya tentang terorisme global yang telah menjadi isu utama dalam keamanan dunia Internasional saat ini.

Kapolri membagi fenomena terorisme global kontemporer dalam dua gelombang besar. Gelombang pertama saat kemunculan Al Qaeda sebagai jaringan kelompok terorisme global pertama kali di dunia dan gelombang kedua sejak 2014 saat ISIS muncul sebagai ancaman baru bagi keamanan dunia.

Kapolri menjelaskan pentingnya konsep strategi soft approach dalam menghadapi kelompok terorisme ini, tidak hanya mengandalkan Hard Approach.

Hadirin sangat antusias dengan konsep soft approach ini, terlebih ketika Kapolri menyampaikan adanya penurunan kualitas dan jumlah serangan teror yang terjadi di Indonesia, mengingat terorisme global tidak mungkin diselesaikan hanya dengan penggunaan senjata.

Dalam pendekatan lunak ini, Tito Karnavian menjelaskan sedikitnya ada 5 langkah yang bisa ditempuh, yakni kontra radikalisasi, deradikalisasi, kontra ideologi, menetralisir saluran dan menetralisir situasi yang mendukung penyebaran paham radikal.

Pada akhir diskusi, Kapolri menyampaikan pesan penting kepada PBB tentang perlunya menjaga perdamaian dunia khususnya di negara negara Islam. PBB perlu memprioritaskan penyelesaian konflik terkait warga Muslim karena ideologi radikal akan berkembang aktif dan mendapat panggung jika terjadi konflik tersebut.

Selain mengikuti Panel Discussion , Kapolri juga menyempatkan diri untuk melakukan pembicaraan dengan USG Dept. field support Mr Atul Khare untuk membicarakan kelanjutan pengiriman pasukan Polri untuk misi perdamaian dunia serta bertemu dengan USG UNOCT mr. Vladimir Voronkov guna sharing informasi tentang penanganan terorisme global.

Pada kesempatan itu Mr Voronkov menawarkan Jenderal Tito untuk berbicara dalam forum khusus yang diikuti semua negara anggota PBB tentang terorisme yang diadakan PBB pada bulan Juni 2018 di New York. [rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge