0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

TimloMagz

Jurus Banting Setir Yeny Temukan Sukses

Yeny Merlina Kristanti (foto: Utami)

Timlo.net – Berbisnis lebih baik daripada bekerja sebagai karyawan. Prinsip itulah yang dipegang Yeny Merlina Kristanti. Maka, perempuan kelahiran Solo 1988 ini memberanikan diri berhenti dari pekerjaannya sebagai seorang guru di salah satu sekolah swasta di Sulawesi, kemudian menjalankan usahanya membuat roti.

“Jujur saja, menjadi karyawan dan harus bekerja selama delapan jam per hari sangat tidak menyenangkan. Karena itu, pada 2013 setelah mendapat kabar Ibu meninggal saya putuskan untuk resign dan pilih menetap di Solo,” ujar alumnus Universitas Pelita Harapan itu kepada TimloMagz belum lama ini.

Karena merasa memiliki cukup waktu luang, saat awal pindah di Solo ia mencoba menyalurkan hobinya membuat olahan roti. Namun ternyata, hasil olahannya itu cukup mendapat respons positif dari beberapa rekan dan koleganya. Dari situlah kemudian suaminya mendukung untuk menekuni usaha roti tersebut supaya bisa dikembangkan.

“Awalnya itu hanya menyediakan kue untuk ulang tahun. Tapi ternyata dari situ justru banyak yang minat,” ungkapnya.

Setelah mendapat dukungan dari suaminya, Yeny terus melakukan eksplore ide dan gagasannya. Tak hanya roti yang berhasil ia kembangkan, tapi kini juga membuat brownies, puding, cookies, bahkan aneka minuman segar.

Untuk membantu memasarkan produk olahannya itu, selain memanfaatkan sosial media kini ia juga sudah memiliki gerai sendiri di The Park Mall dengan nama brand Jc licious. Karena keuntungan yang didapat diakui cukup lumayan, kini ia juga sudah memiliki sekitar empat karyawan untuk membantu proses produksi dan pemasaran. Bahkan ditargetkan, dalam waktu dekat akan membuka beberapa cabang baru disejumlah mall kota Solo.

“Target saya memang gerai Jc licious bisa hadir disemua mall kota Solo. Karena itu, saat ini masih ingin fokus dipengembangan usaha dan belum berencana untuk membuat usaha lainnya,” kata dia.

Kendati persaingan dalam bisnis yang sama sudah cukup ketat, namun ia mengaku tidak khawatir terhadap keberlanjutan usahanya itu. Salah satu strategi yang dilakukan untuk menyikapi persaingan adalah dengan memaksimalkan pelayanan serta mempertahankan kualitas produk yang dihasilkan.

“Kualitas produk itu yang utama.Karena dalam membuat olahan roti, bahan yang saya gunakan kualitas premium dan kebanyakan impor. Termasuk untuk minumanya kita juga tidak menggunakan pewarna, jadi alami dan aman untuk dikonsumsi semua kalangan,” terangnya.

Yeny menyampaikan,kemampuannya dalam merintis usaha membuat olahan kue itu tidak terlepas dari didikan orang tuanya selama ini. Mulai dari manajemen usaha hingga cara membuat roti diakui sudah diwariskan sejak kecil. Bahkan saat usianya masih sekolah dasar, ia masih teringat ketika diajarkan membuat kue oleh ibunya.

“Jadi suka kue ini sejak kecil. Dan masih ingat, saat itu usianya sekitar kelas enam SD. Waktu itu saya pengen kue, tapi ibu justru minta saya buat sendiri dengan diajarkan resepnya,” ingat dia.

Dengan kesibukan yang dimiliki sekarang, Yeny mengaku sangat bersyukur karena bisa menyalurkan hobi yang dia punya. Terlebih dapat memiliki cukup banyak waktu luang untuk bisa dinikmati bersama keluarga.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge