0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemerintah Siapkan Strategi Baru Agar Penyaluran Elpiji Subsidi Tepat Sasaran

Focus group discussion yang digelar Pertamina (timlo.net/setyo pujis)

Semarang — Sistem distribusi terbuka untuk tabung elpiji 3 kilogram,  dianggap menjadi faktor utama penyaluran subsidi menjadi tidak tepat sasaran. Untuk menyikapi itu,  pemerintah berencana menerapkan kebijakan baru soal distribusi tersebut.  Yakni dengan memanfaatkan basis data terpadu dari Kementerian Sosial.

“Selama ini penyaluran elpiji subsidi banyak yang tidak tepat sasaran.  Karena dengan sistem terbuka yang diterapkan sekarang, tak sedikit masyarakat yang mampu justru menikmati elpiji subsidi tersebut,” ujar Kepala Subdit Pengangkutan Migas Kementerian ESDM Republik Indonesia, Nunuk Wiryawan di acara Focus Group Discussion yang digelar oleh Pertamina, Selasa (31/10).

Oleh karena itu, menurutnya kedepan pemerintah akan mencoba menerapkan metode lain.  Yaitu dengan menggunakan distribusi tertutup yang berbasis pada data warga miskin dari Kementrian Sosial. Sedangkan untuk para pelaku usaha mikro akan menggunakan data dari Dinas Koperasi dan UKM serta Kementrian terkait.

“Sehingga dengan kebijakan yang akan diterapkan kedepan itu,  subsidi tidak lagi menyasar untuk komoditas atau barangnya,  melainkan orangnya atau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Dengan demikian diharapkan bisa lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Teguh Dwi Paryono pada kesempatan itu menyampaikan,  terkait dengan adanya keluhan dari masyarakat yang belakangan ini merasa kesulitan mendapatkan barang sebenarnya bukan akibat dari pasokan yang berkurang.  Melainkan karena rantai distribusi yang dianggap terlalu panjang. Sebagai akibat dari banyaknya para pedagang pengecer yang ingin mencari untung.

“Mestinya distribusi itu selesai ditingkat pangkalan.  Namun  karena banyak pedagang pengecer yang mengambil dan mencari untung, sehingga wajar jika barang subsidi ini menjadi sulit dan harga melebihi HET yang ditetapkan pemerintah, ” terangnya.

Dari data yang tercatat,  ia menyebutkan untuk tahun ini alokasi elpiji subsidi untuk pemprov Jateng sebanyak 311 juta tabung dan baru terealisasi sekitar 70 persen.  Sehingga dengan sisa tersebut diharapkan mamou mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.

Sementara itu,  Asisten Manajer Gas Dom Pertamina Jateng dan DIY Anggora Dini menambahkan,  bahwa pemanfaatan elpiji subsidi sekarang ini memang dianggap belum tepat sasaran.  Namun demikian,  pihaknya menegaskan bahwa Pertamina sebagai perusahaan BUMN yang ditunjuk untuk melakukan proses distribusi siap mendukung semua kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge